Best Practice PPG – PBL – PJBL

Best Practice PPG - PBL - PJBL
Crella Subscription - 1,000s of fonts, graphics and more

Terakhir diperbarui November 2023 oleh Tempat Bagi


Best practise merupakan bentuk kegiatan pembelajaran di sekolah berdasarkan penguasaan substansi materi dan pedagogik yang teraplikasi di dalam kegiatan pembelajaran kelas yang disusun dalam bentuk publikasi ilmiah. Berikut ini adalah contoh menyusun cerita Praktik Baik (Best Practice) PPG menggunakan Metode Star Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa dalam Pembelajaran.


Best Practice PPG - PBL - PJBL

Best Practice PPG - PBL - PJBL

Best Practice PPG - PBL - PJBL

Best Practice PPG - PBL - PJBL

Best Practice PPG - PBL - PJBL

Best Practice PPG - PBL - PJBL

Best Practice PPG - PBL - PJBL

Best Practice PPG - PBL - PJBL

Best Practice PPG - PBL - PJBL

Best Practice PPG - PBL - PJBL

Best Practice PPG – PBL – PJBL

 

LK 3.1 Menyusun Best Practices

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

LokasiSMPN 3 Babelan
Lingkup Pendidikan SMP
Tujuan yang ingin dicapaiMeningkatkan kemandirian belajar siswa
Penulis Rismawati, S.Pd
Tanggal 29 Oktober 2022 s.d 15 September 2022
Situasi:
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.
LK 1.1 Kolom Analisis masalah
Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah:

  1. Siswa belum dapat bekerja secara mandiri dalam proses pembelajaran.

  2. Siswa lebih banyak menerima materi ajar dan menunggu arahan yang di sampaikan guru.
Berdasarkan hasil observasi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi siswa belum memiliki kemandirian belajar yang baik dalam proses pembelajaran.

Praktik baik pembelajaran ini penting untuk dibagikan karena masih banyak proses pembelajaran mengalami permasalahan yang sama dengan latar belakang masalah dalam praktik baik ini, sehingga dengan praktik baik pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebagai guru yang melaksanakan tugas mendidik dan mengajar mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menggunakan model, metode, dan media pembelajaran yang tepat sehingga tujuan pembelajaran dan kemandirian belajar siswa tercapai.

Tantangan:
Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat.
LK 1.2 Kolom eksplorasi penyebab masalah
Dari analisis hasil kajian wawancara dan literatur penyebab dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu kemandirian belajar siswa yang baik antara lain:

Faktor Internal

  • Motivasi belajar siswa rendah

  • Minat siswa rendah

  • Kesiapan siswa rendah
Faktor eksternal

  • Model dan metode pembelajaran yang digunakan guru kurang tepat
Dari penyebab diatas tantangan yang dihadapi oleh guru adalah

  1. Pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai materi ajar dan karakteristik siswa.

  2. Pemilihan metode dan media pembelajaran yang tepat sehingga siswa menarik minat siswa dalam pembelajaran.

  3. Guru harus memotivasi siswa dalam proses pembelajaran sehingga menumbuhkan kemandirian belajar siswa.
Dilihat dari tantangan tersebut dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi berkaitan dengan kompetensi pedagogik dan profesional guru. Sedangkan dari siswa kemandirian belajar rendah.

Aksi:
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat/Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini.
Menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PJBL) pada materi sistem pencernaan. Dengan rancangan rencana pembelajaran lengkap sesuai sintak/fase dalam model pembelajaran sampai dengan evaluasi. Disertai dengan metode dan media yang bervariasi.

Langkah-langkah yang harus di lakukan oleh guru sesuai tantangan yang dihadapi antara lain:

1. Penerapan model pembelajaran

  1. Strategi yang dilakukan dalam penerapan model pembelajaran yang tepat yaitu memilih model pembelajaran yang mengaitkan materi ajar dengan kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran yang digunakan yaitu Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PJBL) pada materi sistem pencernaan.

  2. Proses penerapan pembelajaran dilakukan dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran lengkap sesuai sintak/fase dalam model pembelajaran.

  3. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) digunakan dalam submateri uji makanan dengan menguji makanan kesukaan siswa seperti seblak, mie ayam bakso, burger, nasi uduk dan nasi goreng.

  4. Model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) digunakan dalam submateri organ pencernaan yaitu dengan membuat model gigi.

  5. Sumber daya yang diperlukan dalam menerapkan model pembelajaran ini antara lain pemahaman, kemampuan dan keterampilan guru terkait model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PJBL), kemampuan guru mendesain aktivitas kegiatan belajar sesuai sintak serta kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktik siswa, literatur dari berbagai sumber seperti buku pelajaran dan internet.
2. Penerapan metode pembelajaran yang tepat.

  1. Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan metode pembelajaran adalah menggunakan beberapa metode pembelajaran dalam satu proses pembelajaran misalnya observasi, praktikum, diskusi kelompok, presentasi dan kunjung karya.

  2. Proses penerapan metode pembelajaran dengan merancang rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), lembar evaluasi dan lembar observasi kemandirian belajar.

  3. Sumber daya yang diperlukan dalam menerapkan metode pembelajaran yaitu kemampuan dan keterampilan guru terkait variasi metode pembelajaran yang akan digunakan, kemampuan guru mendesain perangkat pembelajaran serta kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran. Kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
3. Pengunaan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi

  1. Strategi yang dilakukan guru dalam penggunaan media pembelajaran yang tepat adalah dengan memilih media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran.

  2. Proses penggunaan media pembelajaran yang tepat yaitu mendesain media pembelajan yang menarik seperti dengan video, power point, evaluasi menggunakan google form dan hasil laporan dipublikasikan dalam blog web https://tempatbagi.com (blog web yang saya buat untuk mengumpulkan tugas siswa)

  3. Sumber daya yang dipelukan untuk membuat media pembelajaran yang tepat dan bervariatif adalah keterampilan guru dalam menggunakan IT, kelengkapan sarana seperti proyektor, laptop, serta jaringan internet.
Refleksi Hasil dan dampak
Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut.
Dampak dari aksi dan langkah langkah yang dilakukan dirasa hasilnya efektif dan dapat dilihat dari:

  1. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan metode dan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat membuat kemandirian belajar siswa menjadi baik. Hal ini dilihat dari observasi kemandirian belajar siswa dengan angket memperoleh hasil 92,5% siswa dengan kemandirian belajar baik. Sebesar 7,5% siswa belum memiliki kemandirian belajar yang baik dikarenakan saat praktik siswa tersebut tidak hadir dalam pembelajaran.

  2. Penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dengan metode dan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat membuat kemandirian belajar siswa menjadi baik. Hal ini dilihat dari observasi kemandirian belajar siswa dengan angket memperoleh hasil 97,5% siswa dengan kemandirian belajar baik. Sebesar 2,5% siswa belum memiliki kemandirian belajar yang baik dikarenakan saat praktik siswa tersebut tidak hadir dalam pembelajaran.

  3. Aspek yang diamati dalam observasi kemandirian belajar pada praktik ini yaitu motivasi belajar, kepercayaan diri, tanggung jawab mengerjakan tugas, memanfaatkan sumber belajar secara optimal, mengevaluasi hasil belajar.
Respon seluruh siswa yang hadir dalam praktik kegiatan pembelajaran ini adalah senang. Hal ini terlihat dari hasil angket siswa dalam praktik kegiatan pembelajaran ini.

Faktor keberhasilan pembelajaran pada praktik ini salah satunya karena mengaitkan materi konten dengan kehidupan sehari-hari sehingga membuat siswa lebih tertarik. Penguasaan guru terhadap media pembelajaran, metode, model dan langkah-langkah pada rencana pelaksaanaan pembelajaran.

Baca juga :  Problem Based Learning (PBL) Uji Makanan - SMP Kelas 8 - Kelompok 3