aliefsyahru Pecinta fotografi & G Shock. Juga sebagai freelancer pemburu dolar.

Toshiba FlashAir Review, Transfer File mudah via Wifi (part 2 to 2)

1 min read

Register Now!


Pengenalan Toshiba FlashAir dapat Anda lihat pada post sebelumnya part 1.
 

Cara Penggunaan Toshiba FlashAir

Cara penggunaannya rupanya cukup mudah. Pasang SD Card Toshiba FlashAir ini di kamera Anda, dan pastikan kamera dalam posisi ON untuk mulai mengkoneksikan dengan smartphone. Lalu download aplikasi FlashAir dari Play Store untuk diinstal di smartphone Anda.

Jika sudah, aktifkan wifi-nya dan pindai sampai terdeteksi flashair_xxxxxxxxxxxx. Lalu setting SSID Network Wi-Fi pada smartphone. Untuk setting SSID Toshiba FlashAir biasanya terdeteksi dengan SSID “flashair_xxxxxxxxxxxx”, password default-nya adalah 12345678 dan kemudian koneksikan.

Sebaiknya, ubah password tersebut agar tidak semua orang dapat mengakses foto-foto Anda dan mengambilnya tanpa sepengetahuan Anda.

Nah, untuk mulai mencoba transfer file, ambil gambar dengan kamera sampai tersimpan di SD Card FlashAir. Kemudian buka aplikasi FlashAir di smartphone dan koneksikan sampai bisa.
 


Tips

Pada Nikon D5200 saya awalnya untuk terkoneksi agak sulit, wifi FlashAir-nya kadang terdeteksi kadang tidak, meskipun kamera sudah dalam posisi ON.

Tapi ketika layar display kamera saya hidupkan atau masuk ke mode pemotretan dengan layar ON pada kamera, langsung terkoneksi dengan mudah dan lancar.

Juga langsung terdeteksi gambar-gambar yang ada di dalam SD Card dengan cepat tertampil di smartphone. Dari situlah saya tahu triknya kalau ingin men-transfer file posisi layar kamera harus dalam keadaan menyala, maka sesekali saya menggerakkan tombol prev dan next selama transfer file agar layar menyala.

Kalau kita ingin mengolah hasil foto di smartphone untuk di edit, di upload, atau di kirim, maka harus di download terlebih dahulu di smartphone. Caranya mirip seperti mamakai Action Camera.

Untuk kamera Nikon D7000, settingan bisa dilakukan dengan cara klik Menu > Custom Setting Menu > Timers/AE Lock > Auto Meter-off Delay > pilih waktu yang anda inginkan.


Sedangkan untuk kamera Nikon D3000 settingan bisa dilakukan dengan cara klik Menu > Setup Menu > Auto Off Timers > bisa pilih yang Long atau Custom. Kalau pilih Custom, yang dirubah adalah Image Review.


Download dan transfer-nya pun cukup cepat, misalnya untuk foto ukuran 12 MB format JPEG hanya butuh 4 detik untuk download ke smartphone. Selain gambar, dapat juga untuk transfer file suara dan video.
 

Kompatibilitas Kamera

Berdasarkan dari beberapa blog yang pernah saya baca, bahkan sudah ada yang mempraktekkannya, Toshiba FlashAir ini bekerja dengan bagus pada kamera yang belum mempunyai wifi.

Diantaranya Panasonic Lumix LX7, Nikon Coolpix S2700, Nikon D3000, Nikon D5200, Nikon D7000, Nikon D7100, Canon 6D, Canon 70D, Olympus PEN E-PL5, Casio, bahkan untuk kamera yang sudah mempunyai wifi seperti Sony A6300.

Untuk melihat kompatibilitas Toshiba FlashAir ini dengan kamera dan perangkat apa saja, bisa dilihat detailnya disini.
 

Plus Minus

Aplikasi pendukung Toshiba FlashAir relatif mudah digunakan. Merupakan solusi jitu menambahkan konektivitas wifi ke kamera digital.

Performa baik dengan software yang agak lambat. Produk ini akan membuat konsumsi baterai kamera digital Anda jadi sedikit lebih boros dibanding menggunakan SD Card biasa. Karena mengambil tenaga dari baterai kamera untuk bisa berfungsi.

Harga untuk kapasitas memory yang 64 GB cukup mahal.
 

Baca juga :  Lumix LX7 Review, Prosumer Jadul Terbaik

Manual dan Aplikasi Pendukung

Manual dapat di download disini.

Android Flash Air dapat di download di Play Store.

IOS Apple Flash Air dapat di download di Apps Store.

Software Windows dan Mac OS dapat di download disini.

Kehadiran SD Card ber-wifi seperti Toshiba FlashAir, memang menjadi solusi ajaib untuk pemilik kamera digital yang masih belum dibekali konektivitas wifi. Tapi, perlu diketahui bahwa nggak semua kamera kompatibel dengan SD Card ini.


Sumber:


Register Now! Font Banner - Free Fonts  

aliefsyahru Pecinta fotografi & G Shock. Juga sebagai freelancer pemburu dolar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *