Ingin produk Anda dilihat ribuan orang?
Untuk kolaborasi iklan yang menguntungkan, Tempatbagi.com siap membantu. Temukan kami di halaman Kontak Kami.

Pendidikan Karakter bagi Guru

Foto Pendidikan Karakter bagi Guru: unsplash.com/@husniatisalma
Foto Pendidikan Karakter bagi Guru: unsplash.com/@husniatisalma

Pengertian Pendidikan Karakter Guru di Sekolah – Pendidikan adalah fondasi penting yang membentuk karakter dan kepribadian individu. Oleh karena itu, setiap orang membutuhkan akses pendidikan yang berkualitas. Selain itu, dalam ranah pendidikan, guru memegang peran krusial sebagai agen utama dalam pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara spesifik mengintegrasikan konsep Pendidikan Karakter Guru sebagai komponen esensial dalam pembekalan calon pendidik.

Secara sistematis, artikel ini menjelaskan pengertian Pendidikan Karakter Guru dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kami akan menguraikan konsep, prinsip, dan metode untuk membentuk karakter yang kuat dan etis pada guru. Dengan demikian, guru dapat menjadi teladan efektif bagi siswa.


Konsep Pendidikan Karakter Guru

Pengertian Pendidikan Karakter Guru mencakup pengembangan nilai-nilai, sikap, dan perilaku seorang guru. Hal ini melibatkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai moral, etika, tanggung jawab sosial, kepemimpinan, dan kemampuan untuk membangun hubungan positif dengan siswa dan kolega. Pendidikan Karakter Guru bertujuan untuk menciptakan guru yang integritas, berkomitmen, dan berempati, yang dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa.

“Sungguh, profesi guru adalah mulia dan terhormat. Menjadi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan dengan panggilan jiwa, panggilan hidup, untuk mengabdi secara tulus demi kemajuan anak bangsa,” ujar Mendikbud.

Baca juga :  RPP dengan Problem Based Learning (PBL)

Prinsip Pendidikan Karakter Guru

Prinsip Pendidikan Karakter Guru merupakan pedoman yang sangat penting dalam membentuk karakter yang kuat dan etis pada para pendidik. Oleh karena itu, dalam konteks Pendidikan Profesi Guru, prinsip-prinsip ini menjadi landasan utama untuk mengembangkan kesadaran diri, mendorong pembelajaran seumur hidup, serta membangun konsistensi dan kepemimpinan yang baik.

  1. Kesadaran Diri: Seorang guru harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang dirinya sendiri, nilai-nilai pribadinya, dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat berpengaruh dalam kehidupan profesionalnya.
  2. Pembelajaran Seumur Hidup: Seorang guru harus terus-menerus mengembangkan dan memperkaya karakternya melalui pembelajaran sepanjang hayat, baik melalui pengalaman pribadi maupun melalui pengembangan profesional yang berkelanjutan. Dengan demikian, guru dapat memastikan bahwa mereka selalu relevan dan efektif dalam mendidik siswa-siswi mereka.
  3. Konsistensi dan Kepatuhan: Seorang guru harus konsisten dalam perilaku dan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai, serta memiliki kedisiplinan dan integritas dalam melaksanakan tugasnya.
  4. Teladan dan Model Peran: Seorang guru harus menjadi teladan yang baik bagi siswa, dengan menunjukkan perilaku yang positif, etis, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Guru adalah teladan. Mereka menunjukkan perilaku positif, integritas, dan tanggung jawab sosial kepada siswa. Oleh karena itu, Prinsip Pendidikan Karakter Guru secara fundamental mendorong pengembangan karakter yang holistik dan berkelanjutan.

Baca juga :  Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Dengan demikian, guru secara aktif menciptakan lingkungan pendidikan yang positif, membantu siswa membentuk nilai-nilai yang kuat. Singkatnya, penerapan prinsip-prinsip ini sangat penting untuk membentuk generasi yang berkarakter dan berintegritas.

Metode Pendidikan Karakter Guru

Metode Pendidikan Karakter Guru merupakan pendekatan yang esensial dalam membentuk karakter yang kuat dan etis pada para guru. Dalam konteks Program Pendidikan Profesi Guru, metode-metode ini memberikan kerangka kerja yang efektif untuk mengembangkan nilai-nilai, sikap, dan perilaku.

Guru membangun karakter dan nilai siswa. Caranya melalui refleksi, studi kasus, simulasi, diskusi, kolaborasi, dan praktik.



  1. Pembelajaran Reflektif: Guru merefleksikan dan mempertimbangkan nilai-nilai yang mereka miliki, serta bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam tindakan dan interaksi mereka dengan siswa.
  2. Studi Kasus dan Simulasi: Melalui studi kasus dan simulasi, guru dapat melihat contoh-contoh nyata dan mempraktikkan respons yang tepat terhadap situasi yang melibatkan nilai-nilai dan karakter.
  3. Diskusi dan Kolaborasi: Guru dapat berpartisipasi dalam diskusi dan kolaborasi dengan rekan sejawat, untuk mendiskusikan dilema etis dan tantangan dalam membentuk karakter serta berbagi pengalaman dan pendekatan yang efektif.
  4. Praktek dalam Konteks Nyata: Guru diberikan kesempatan untuk menerapkan nilai-nilai dan karakter dalam praktik nyata di dalam kelas, seperti membangun hubungan yang baik dengan siswa, menangani konflik, dan mempromosikan keberagaman.

Metode Pendidikan Karakter Guru memungkinkan para guru internalisasi nilai, bentuk karakter siswa positif.

Baca juga :  Pembelahan Mitosis Kelompok 6 Kelas 9.7

Kesimpulan

Pertama-tama, kami menekankan bahwa pendidikan karakter guru merupakan komponen vital dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Secara signifikan, kami menanamkan nilai moral dan etika yang membentuk calon guru berintegritas, sekaligus membekali mereka dengan kompetensi pedagogik mumpuni. Dengan demikian, guru yang berkarakter kuat mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inspiratif.

Guru profesional butuh pengembangan karakter. Lahirkan generasi penerus berkualitas. Dalam konteks ini, program PPG membekali para calon guru dengan konsep, prinsip, dan metode terintegrasi. Selanjutnya, program ini berkesempatan membangun karakter yang kuat, etis, dan menjadi teladan bagi siswa, sehingga berdampak positif pada pendidikan.

Para guru berkesadaran diri, pembelajar, patuh, dan teladan membentuk generasi unggul dengan moral, etika, dan kepemimpinan yang baik. Di PPG, pendidikan karakter guru fondasi utama, bukan tambahan. Hal ini memastikan bahwa setiap guru memiliki integritas yang kuat.

Melalui pendidikan karakter, guru jadi berkualitas dan beretika. Oleh karena itu, hal ini penting untuk mencetak pendidik berintegritas tinggi. Pendidikan di sekolah membentuk masa depan cerah, dorong inovasi dan kemajuan.