Contoh Soal Essay Pesawat Sederhana – Fisika SMP

20 Contoh Soal Essay Pesawat Sederhana
Crella Subscription - 1,000s of fonts, graphics and more

Terakhir diperbarui Mei 2023 oleh Tempat Bagi


Contoh Soal Essay Pesawat Sederhana Fisika SMP – Pesawat sederhana merupakan salah satu konsep penting dalam fisika yang dipelajari di tingkat SMP. Melalui penggunaan tuas, katrol, roda, dan bidang miring, kita dapat memahami prinsip-prinsip dasar tentang bagaimana gaya dan momen gaya bekerja dalam sistem mekanis. Dalam contoh soal essay pesawat sederhana di bawah ini, kita akan menjelajahi beberapa perhitungan yang melibatkan pesawat sederhana dengan tingkat kesulitan yang sedang. Mari kita lihat bagaimana konsep-konsep ini diterapkan dalam situasi nyata dan bagaimana kita dapat menggunakan rumus-rumus yang relevan untuk memecahkan masalah yang ada.


 

Soal Essay Pesawat Sederhana

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pesawat sederhana!

Pembahasan:
Pesawat sederhana adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah gaya yang diberikan pada suatu benda menjadi gaya yang lebih besar atau lebih kecil. Pesawat sederhana terdiri dari beberapa jenis, seperti tuas, katrol, roda dan sumbu, dan bidang miring. Pesawat sederhana digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan dengan lebih mudah.

 

2. Jelaskan fungsi dan prinsip kerja tuas dalam pesawat sederhana!

Pembahasan:
Fungsi tuas dalam pesawat sederhana adalah untuk memperbesar gaya yang diberikan pada salah satu ujung tuas dengan mengorbankan jarak atau perpindahan. Prinsip kerja tuas adalah bahwa gaya yang diterapkan pada salah satu ujung tuas akan menghasilkan momen gaya yang sama dengan perkalian antara gaya yang diberikan dengan jarak dari titik tumpu. Dengan menggunakan tuas, kita dapat mengangkat benda yang lebih berat atau memberikan gaya yang lebih besar pada benda dengan mengorbankan jarak atau perpindahan.

 

3. Jelaskan prinsip kerja katrol dalam pesawat sederhana!

Pembahasan:
Prinsip kerja katrol dalam pesawat sederhana adalah memperbesar gaya yang diterapkan pada beban dengan mengorbankan jarak atau perpindahan. Katrol terdiri dari roda yang memiliki alur dan tali yang melalui alur tersebut. Dalam katrol tunggal, beban tergantung pada tali yang melalui katrol tunggal tersebut. Prinsip kerja katrol adalah bahwa dengan menggunakan katrol tunggal, kita dapat membagi beban menjadi dua tali yang mendukung beban tersebut. Sehingga, gaya yang diterapkan untuk mengangkat beban menjadi lebih kecil dari berat beban itu sendiri.

 

4. Jelaskan bagaimana roda dan sumbu bekerja dalam pesawat sederhana!

Pembahasan:
Roda dan sumbu dalam pesawat sederhana bekerja dengan memanfaatkan prinsip perubahan gaya dan jarak. Roda adalah sebuah benda berbentuk bulat yang berputar di sekitar sumbu. Prinsip kerja roda dan sumbu adalah bahwa ketika gaya diterapkan pada roda, roda akan berputar di sekitar sumbunya. Dalam pesawat sederhana, roda dan sumbu digunakan untuk mengurangi gaya yang diperlukan dalam mengangkat atau memindahkan beban dengan memperbesar jarak yang ditempuh.

 

5. Jelaskan bagaimana bidang miring digunakan dalam pesawat sederhana!

Pembahasan:
Bidang miring dalam pesawat sederhana digunakan untuk memperbesar gaya yang diterapkan pada benda dengan mengorbankan jarak atau perpindahan. Prinsip kerja bidang miring adalah bahwa ketika gaya diterapkan secara tegak lurus pada bidang miring, gaya tersebut terurai menjadi dua komponen, yaitu gaya tegak lurus dan gaya sejajar bidang miring. Gaya tegak lurus yang diterapkan pada bidang miring akan menghasilkan gaya sejajar bidang miring yang lebih besar. Dengan menggunakan bidang miring, kita dapat memperkecil gaya yang diperlukan untuk mengangkat benda dengan mengorbankan jarak yang ditempuh.

 

6. Sebuah beban seberat 50 N ditarik menggunakan katrol tunggal dengan gaya sebesar 25 N. Hitunglah perbandingan keuntungan mekanikal dalam penggunaan katrol tunggal tersebut!

Baca juga :  Contoh Soal Pilihan Ganda Usaha dan Energi - Fisika SMP

Pembahasan:
Keuntungan mekanikal dalam penggunaan katrol tunggal dapat dihitung menggunakan rumus:

Keuntungan Mekanikal = Beban (W) / Gaya yang diberikan (F)

Dalam soal ini, Beban (W) = 50 N dan Gaya yang diberikan (F) = 25 N
Maka, Keuntungan Mekanikal = 50 N / 25 N = 2

Jadi, perbandingan keuntungan mekanikal dalam penggunaan katrol tunggal adalah 2.

 

7. Sebuah tuas memiliki panjang lengan 2 meter. Ketika gaya sebesar 40 N diterapkan pada ujung satu, beban di ujung lain terangkat sejauh 0,5 meter. Hitunglah berat beban yang diangkat!

Pembahasan:
Dalam sistem tuas, berlaku prinsip momen gaya yang sama di kedua ujung tuas:

F1 × D1 = F2 × D2

Dalam soal ini, F1 = 40 N, D1 = 2 m, D2 = 0,5 m, dan F2 adalah berat beban yang ingin kita cari.
Maka, 40 N x 2 m = F2 × 0,5 m

80 Nm = 0,5 F2
F2 = 80 Nm / 0,5 m = 160 N

Jadi, berat beban yang diangkat adalah 160 N.

 

8. Sebuah roda berdiameter 0,5 meter diputar menggunakan gaya sebesar 20 N. Hitunglah gaya yang dihasilkan pada titik kontak roda dengan permukaan yang berputar!

Pembahasan:
Gaya yang dihasilkan pada titik kontak roda dengan permukaan yang berputar dapat dihitung menggunakan rumus:

Gaya = Gaya yang diberikan / Jari-jari roda

Dalam soal ini, Gaya yang diberikan = 20 N dan Jari-jari roda = 0,5 m / 2 = 0,25 m
Maka, Gaya = 20 N / 0,25 m = 80 N

Jadi, gaya yang dihasilkan pada titik kontak roda dengan permukaan yang berputar adalah 80 N.

 

9. Sebuah benda dengan berat 100 N ditarik menggunakan katrol tunggal. Hitunglah gaya yang diberikan untuk mengangkat benda tersebut jika diperoleh keuntungan mekanikal sebesar 4!

Pembahasan:
Keuntungan mekanikal dalam penggunaan katrol tunggal dapat dihitung menggunakan rumus:

Keuntungan Mekanikal = Beban (W) / Gaya yang diberikan (F)

Dalam soal ini, Beban (W) = 100 N dan Keuntungan Mekanikal (M) = 4
Maka, 4 = 100 N / F
F = 100 N / 4 = 25 N

Jadi, gaya yang diberikan untuk mengangkat benda tersebut adalah 25 N.

 

10. Sebuah bidang miring membentuk sudut 30° dengan bidang horizontal. Sebuah benda dengan berat 200 N ditarik menuruni bidang miring tersebut. Hitunglah gaya yang diperlukan untuk menahan benda agar tidak tergelincir!

Pembahasan:
Gaya yang diperlukan untuk menahan benda agar tidak tergelincir pada bidang miring dapat dihitung menggunakan rumus:

Gaya yang diperlukan = Berat benda × sin(θ)

Dalam soal ini, Berat benda = 200 N dan sudut bidang miring (θ) = 30°
Maka, Gaya yang diperlukan = 200 N × sin(30°)
Gaya yang diperlukan = 200 N × 0,5 = 100 N

Jadi, gaya yang diperlukan untuk menahan benda agar tidak tergelincir adalah 100 N.

 

11. Sebuah tuas memiliki panjang lengan pendek 0,5 meter dan lengan panjang 2 meter. Jika gaya 20 N diterapkan pada lengan pendek, berapakah gaya yang diberikan pada lengan panjang agar tuas seimbang?

Pembahasan:
Dalam tuas, momen gaya di kedua ujung tuas harus seimbang. Momen gaya dihitung dengan rumus:

Momen gaya = gaya × jarak

Momen gaya pada lengan pendek: 20 N × 0,5 m = 10 Nm
Momen gaya pada lengan panjang: gaya yang diberikan × 2 m

Karena momen gaya harus seimbang, maka:

10 Nm = gaya yang diberikan × 2 m
gaya yang diberikan = 10 Nm / 2 m = 5 N

Jadi, gaya yang diberikan pada lengan panjang agar tuas seimbang adalah 5 N.

 

12. Sebuah katrol terdiri dari dua rangkaian tali dan beban. Jika beban memiliki berat 100 N, berapakah gaya yang harus diberikan pada tali agar beban tetap diam?

Pembahasan:
Dalam katrol, gaya yang diberikan harus sama dengan berat beban agar beban tetap diam. Sehingga:

Gaya yang diberikan = Berat beban
Gaya yang diberikan = 100 N

Baca juga :  Contoh Soal Essay Bunyi - Fisika SMP

Jadi, gaya yang harus diberikan pada tali agar beban tetap diam adalah 100 N.

 

13. Sebuah roda berdiameter 0,4 meter digunakan untuk mengangkat beban. Jika gaya 50 N diterapkan pada roda, berapakah gaya yang dihasilkan pada beban?

Pembahasan:
Gaya yang dihasilkan pada beban oleh roda dapat dihitung menggunakan prinsip roda dan sumbu. Jika roda memiliki jari-jari r, maka:

Gaya yang dihasilkan pada beban = Gaya yang diterapkan pada roda × (2r)

Dalam soal ini, diameter roda adalah 0,4 meter, sehingga jari-jari roda adalah 0,2 meter.

Gaya yang dihasilkan pada beban = 50 N × (2 × 0,2 m)
Gaya yang dihasilkan pada beban = 50 N × 0,4 m
Gaya yang dihasilkan pada beban = 20 N



Jadi, gaya yang dihasilkan pada beban adalah 20 N.

 

14. Sebuah beban dengan berat 150 N ditarik menggunakan katrol tunggal. Jika keuntungan mekanikal yang diinginkan adalah 5, berapakah gaya yang harus diberikan untuk mengangkat beban?

Pembahasan:
Keuntungan mekanikal dalam penggunaan katrol tunggal dapat dihitung menggunakan rumus:

Keuntungan mekanikal = Beban / Gaya yang diberikan

Dalam soal ini, keuntungan mekanikal adalah 5 dan beban adalah 150 N.

5 = 150 N / Gaya yang diberikan
Gaya yang diberikan = 150 N / 5
Gaya yang diberikan = 30 N

Jadi, gaya yang harus diberikan untuk mengangkat beban adalah 30 N.

 

15. Sebuah bidang miring membentuk sudut 45° dengan bidang horizontal. Jika beban dengan berat 200 N ditarik menuruni bidang miring, berapakah gaya yang diperlukan untuk menahan beban agar tidak tergelincir?

Pembahasan:
Gaya yang diperlukan untuk menahan beban agar tidak tergelincir pada bidang miring dapat dihitung menggunakan rumus:

Gaya yang diperlukan = Berat beban × sin(θ)

Dalam soal ini, berat beban adalah 200 N dan sudut bidang miring (θ) adalah 45°.

Gaya yang diperlukan = 200 N × sin(45°)
Gaya yang diperlukan = 200 N × 0,707
Gaya yang diperlukan ≈ 141,4 N

Jadi, gaya yang diperlukan untuk menahan beban agar tidak tergelincir adalah sekitar 141,4 N.

 

16. Sebuah tuas memiliki panjang lengan pendek 0,8 meter dan lengan panjang 1,6 meter. Jika beban ditempatkan pada lengan pendek, berapakah berat maksimum beban yang dapat diangkat jika gaya maksimum yang dapat diberikan pada lengan panjang adalah 80 N?

Pembahasan:
Dalam tuas, momen gaya di kedua ujung tuas harus seimbang. Momen gaya dihitung dengan rumus:

Momen gaya = gaya × jarak

Momen gaya pada lengan pendek: berat beban × jarak
Momen gaya pada lengan panjang: gaya yang diberikan × jarak

Karena momen gaya harus seimbang, maka:

berat beban × jarak = gaya yang diberikan × jarak
berat beban = gaya yang diberikan

Berat maksimum beban yang dapat diangkat = 80 N

Jadi, berat maksimum beban yang dapat diangkat adalah 80 N.

 

17. Sebuah roda dengan jari-jari 0,3 meter digunakan untuk mengangkat beban dengan berat 150 N. Jika gaya 75 N diterapkan pada roda, berapakah gaya yang dihasilkan pada beban?

Pembahasan:
Gaya yang dihasilkan pada beban oleh roda dapat dihitung menggunakan prinsip roda dan sumbu. Jika roda memiliki jari-jari r, maka:

Gaya yang dihasilkan pada beban = Gaya yang diterapkan pada roda × (2r)

Dalam soal ini, jari-jari roda adalah 0,3 meter.

Gaya yang dihasilkan pada beban = 75 N × (2 × 0,3 m)
Gaya yang dihasilkan pada beban = 75 N × 0,6 m
Gaya yang dihasilkan pada beban = 45 N

Jadi, gaya yang dihasilkan pada beban adalah 45 N.

 

18. Sebuah tuas memiliki panjang lengan pendek 0,4 meter dan lengan panjang 2 meter. Jika beban dengan berat 100 N ditempatkan pada lengan panjang, berapakah gaya yang harus diberikan pada lengan pendek agar tuas seimbang?

Baca juga :  Contoh Soal Essay Getaran dan Gelombang - Fisika SMP

Pembahasan:
Dalam tuas, momen gaya di kedua ujung tuas harus seimbang. Momen gaya dihitung dengan rumus:

Momen gaya = gaya × jarak

Momen gaya pada lengan pendek: gaya yang diberikan × jarak
Momen gaya pada lengan panjang: berat beban × jarak

Karena momen gaya harus seimbang, maka:

gaya yang diberikan × jarak = berat beban × jarak
gaya yang diberikan = berat beban
gaya yang harus diberikan pada lengan pendek agar tuas seimbang = 100 N

Jadi, gaya yang harus diberikan pada lengan pendek agar tuas seimbang adalah 100 N.

 

19. Sebuah katrol terdiri dari dua rangkaian tali dan beban. Jika keuntungan mekanikal yang diinginkan adalah 3, berapakah berat maksimum beban yang dapat diangkat jika gaya yang diberikan pada tali adalah 120 N?

Pembahasan:
Keuntungan mekanikal dalam penggunaan katrol dapat dihitung menggunakan rumus:

Keuntungan mekanikal = Beban / Gaya yang diberikan

Dalam soal ini, keuntungan mekanikal adalah 3 dan gaya yang diberikan pada tali adalah 120 N.

3 = Beban / 120 N
Beban = 3 × 120 N
Beban = 360 N

Jadi, berat maksimum beban yang dapat diangkat adalah 360 N.

 

20. Sebuah bidang miring membentuk sudut 60° dengan bidang horizontal. Jika beban dengan berat 200 N ditarik menuruni bidang miring, berapakah gaya yang diperlukan untuk menahan beban agar tidak tergelincir?

Pembahasan:
Gaya yang diperlukan untuk menahan beban agar tidak tergelincir pada bidang miring dapat dihitung menggunakan rumus:

Gaya yang diperlukan = Berat beban × sin(θ)

Dalam soal ini, berat beban adalah 200 N dan sudut bidang miring (θ) adalah 60°.

Gaya yang diperlukan = 200 N × sin(60°)
Gaya yang diperlukan = 200 N × 0,866
Gaya yang diperlukan ≈ 173,2 N

Jadi, gaya yang diperlukan untuk menahan beban agar tidak tergelincir adalah sekitar 173,2 N.

 

Kesimpulan

Dalam dunia nyata, pesawat sederhana memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari pengangkatan beban berat hingga pengoperasian mesin industri. Dengan memahami konsep dan perhitungan yang terlibat dalam pesawat sederhana, kita dapat merencanakan dan mengoptimalkan penggunaan kekuatan dan energi untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Melalui latihan contoh soal essay pesawat sederhana dan pemahaman yang baik, kita dapat mengembangkan keterampilan dalam menerapkan prinsip-prinsip fisika ini dalam situasi kehidupan nyata. Semoga contoh soal essay pesawat sederhana di atas telah membantu Anda untuk melihat keindahan dan relevansi pesawat sederhana dalam memahami dunia mekanika dan fisika.

Selain contoh soal essay pesawat sederhana diatas, kami juga mempunyai soal pilihan ganda pada artikel Contoh Soal Pilihan Ganda Pesawat Sederhana – Fisika SMP Teruslah berlatih dan eksplorasi, karena ilmu fisika terus memberikan wawasan baru dan pemahaman yang lebih dalam tentang alam semesta yang kita tinggali.