Problem Based Learning (PBL) Uji Makanan | SMP Kelas 8 Kelompok 4
Tanggal: 29 Agustus 2022.
Nama Anggota Kelompok
- Alfan Mulqi Nurhuda
- Anindia Hidayatul Janah
- Christian Octavianus Sitorus
- Hana Zhafirah
- Nur Kasih
- Ravicko Rakha Adhi Utama
- Rigina Al Khalifih
- Silvi Dwi Yanti Ahmad
Alat & Bahan
Untuk melakukan uji makanan ini, kami menggunakan berbagai alat esensial, antara lain:
- Tabung Reaksi
- Penjepit Tabung Reaksi
- Pipet
- Pelat Tetes
- Lilin
- Garpu
- Sendok
Selanjutnya, bahan-bahan yang kami siapkan untuk pengujian meliputi:
- Nasi Goreng
- Air
- Tisu Toilet
- Betadine/Iodin
- Biuret
- Benedict
Langkah-langkah Uji Makanan yang Jelas
Berikut adalah langkah-langkah detail yang kami ikuti untuk menguji kandungan nutrisi pada makanan:
Uji Lemak
Pertama, untuk mengidentifikasi kandungan lemak, kami menyiapkan sehelai kertas putih. Kemudian, kami menggoreskan bahan makanan pada kertas tersebut dan membiarkannya hingga kering. Selanjutnya, kami mengarahkan kertas tersebut ke arah cahaya.
Apabila muncul noda transparan seperti tetesan minyak kelapa, ini menunjukkan adanya kandungan lemak dalam makanan tersebut.
Uji Amilum
Lalu, kami melanjutkan dengan uji amilum. Pertama, kami menghancurkan satu jenis makanan yang akan diuji. Setelah itu, kami menambahkan sedikit air hingga makanan tersebut membentuk larutan.
Kemudian, kami menempatkan larutan makanan ini pada pelat tetes untuk pengujian amilum dan protein secara terpisah.
Uji Protein
Selanjutnya, untuk menguji protein, kami meneteskan beberapa tetes larutan biuret ke dalam larutan makanan. Kami mengamati perubahan warna yang terjadi pada larutan dan segera mencatat hasilnya.
Secara khusus, jika larutan berubah warna menjadi biru kehitaman atau ungu, hal ini mengindikasikan bahwa bahan makanan tersebut mengandung protein.
Uji Glukosa
Terakhir, kami melakukan uji glukosa. Kami memasukkan larutan makanan ke dalam tabung reaksi. Kemudian, kami meneteskan beberapa tetes larutan benedict. Selanjutnya, kami menjepit tabung reaksi dengan penjepit kayu dan memanaskannya di atas api selama 30 detik.
Kami mengamati perubahan warna yang terjadi pada larutan dan mencatat semua temuan. Jika larutan berubah warna menjadi ungu, ini menunjukkan keberadaan glukosa dalam bahan makanan tersebut.
Pengamatan
Hasil Pengamatan (sebelum) | Hasil Pengamatan (sesudah) |
---|---|
Uji Lemak Nasi goreng dioleskan ke kertas buram | Uji Lemak Kertas buram menjadi transparan |
Uji Amilum Nasi goreng yang telah dilembutkan diteteskan iodin | Uji Amilum Nasi goreng yang sudah diteteskan iodin berubah menjadi biru kehitaman |
Uji Protein Nasi goreng yang telah dilembutkan diteteskan biuret | Uji Protein Nasi goreng yang sudah diteteskan biuret menjadi ungu |
Uji Glukosa Nasi goreng yang telah dilembutkan diteteskan benedict | Uji Glukosa Nasi goreng yang sudah diteteskan benedict menjadi orange/merah bata |
Pembahasan & Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan kami, nasi goreng terbukti mengandung lemak, amilum, protein, dan glukosa. Menariknya, kandungan lemak, amilum, dan protein dalam nasi goreng ini memiliki proporsi yang relatif seimbang. Oleh karena itu, kami menyimpulkan bahwa konsumsi nasi goreng mungkin kurang cocok bagi penderita diabetes, mengingat kandungan glukosanya.
(Problem Based Learning (PBL) Uji Makanan | SMP Kelas 8 Kelompok 4)