Ingin produk Anda dilihat ribuan orang?
Untuk kolaborasi iklan yang menguntungkan, Tempatbagi.com siap membantu. Temukan kami di halaman Kontak Kami.

Jenis-Jenis Zat Makanan yang Dibutuhkan Manusia dan Fungsinya

Tempatbagi - Jenis-Jenis Zat Makanan yang Dibutuhkan Manusia dan Fungsinya
Jenis-Jenis Zat Makanan yang Dibutuhkan Manusia

Jenis-Jenis Zat Makanan yang Dibutuhkan Manusia dan Fungsinya – Sebagai permulaan, tubuh kita memerlukan beragam zat makanan untuk menunjang kehidupan. Oleh karena itu, makanan yang kita konsumsi sebaiknya mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Namun demikian, kekurangan atau kelebihan salah satu zat makanan ini dalam jangka panjang dapat memicu gangguan kesehatan, contohnya malnutrisi dan obesitas.

Selanjutnya, mari kita bahas komponen nutrisi utama yang tubuh perlukan:


  • Pertama, zat penghasil energi mencakup gula molekul tunggal atau monosakarida, seperti glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Dalam makanan, monosakarida sering ditemukan sebagai rantai dua (disakarida) atau lebih sakarida (polisakarida) yang membentuk karbohidrat dan pati.
  • Kemudian, zat pembangun tubuh adalah asam amino.
  • Terakhir, zat pelindung, pembangun, dan cadangan energi meliputi asam lemak dan gliserol.

Selain itu, tubuh juga sangat membutuhkan vitamin, air, dan mineral. Fungsinya, nutrisi ini membantu kerja enzim-enzim vital untuk proses metabolisme tubuh.

Jenis-Jenis Zat Makanan yang Dibutuhkan Manusia dan Fungsinya

Karbohidrat

Penting untuk diketahui, tentu saja, tumbuhan menyediakan makanan kaya karbohidrat seperti padi, jagung, kentang, singkong, sagu, pisang, dan berbagai buah-buahan. Selanjutnya, karbohidrat mencakup golongan monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Sebagai contoh, glukosa (zat gula) termasuk monosakarida.

Kemudian, gula putih dan gula merah adalah contoh disakarida, sementara itu, amilum (zat pati) serta selulosa (serat) dari buah-buahan dan sayuran merupakan polisakarida.

Oleh karena itu, karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Setiap satu gram karbohidrat secara signifikan menghasilkan 4,0-4,1 kilokalori (k.kal). Dengan demikian, karena satu kilokalori setara dengan 4,2 kilojoule (kJ), satu gram karbohidrat akan menghasilkan sekitar 16,8-17,2 kJ.

Energi ini kemudian tubuh gunakan untuk bergerak, tumbuh, mempertahankan suhu tubuh, dan bereproduksi. Namun demikian, kebutuhan energi setiap orang bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan berat badan.

Sehubungan dengan itu, individu yang bekerja keras dan banyak bergerak jelas membutuhkan lebih banyak karbohidrat. Apabila tubuh kelebihan karbohidrat, maka karbohidrat tersebut akan tersimpan dalam bentuk lemak. Akibatnya, lemak ini menumpuk di daerah perut, di sekeliling ginjal, jantung, dan di bawah kulit, yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan atau kegemukan.

Baca juga :  Praktikum Biologi tentang Pembelahan Meiosis

Lemak

Lemak secara signifikan menyediakan sumber energi tertinggi bagi tubuh. Sebagai contoh, satu gram lemak menghasilkan 9,3 kilokalori yang penting untuk aktivitas sehari-hari. Secara umum, kita dapat membagi sumber lemak menjadi dua kategori utama. Pertama, lemak nabati berasal dari tumbuhan seperti kelapa, kacang tanah, alpukat, mentega, dan gandum. Kedua, lemak hewani dalam produk hewani seperti susu, daging sapi, ikan, dan ayam.

Selain sebagai sumber energi, lemak menjalankan berbagai fungsi vital dalam tubuh. Lemak berperan sebagai pelarut untuk vitamin A, D, E, dan K, memastikan penyerapan nutrisi optimal. Selanjutnya, lemak melindungi organ-organ vital seperti mata, ginjal, dan jantung dari benturan fisik. Terakhir, lemak berfungsi sebagai isolator di bawah kulit, membantu melindungi tubuh dari suhu rendah dan mencegah hilangnya panas tubuh.

Meskipun penting, lemak hewani umumnya mengandung kolesterol tinggi. Kolesterol diperlukan tubuh untuk membangun membran sel dan hormon yang sehat. Namun, kelebihan kolesterol dapat mengendap di dinding pembuluh darah, menyebabkan penyempitan. Akibatnya, kondisi ini dapat memicu tekanan darah tinggi yang berbahaya. Sebaliknya, tumbuhan menyediakan lemak yang secara alami bebas kolesterol, menjadi pilihan yang lebih sehat.

Protein

Untuk kebutuhan nutrisi optimal, kita memerlukan beragam sumber protein. Misalnya, daging, susu, telur, dan ikan menyediakan protein hewani. Sedangkan kacang hijau, kacang tanah, kedelai, dan berbagai kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati. Namun, protein nabati umumnya memiliki kandungan asam amino yang kurang lengkap dibandingkan protein hewani. Secara fundamental, unsur-unsur seperti C, H, O, N, S, dan P membentuk bahan dasar protein.

Penting untuk memahami bahwa protein terdiri dari berbagai jenis asam amino. Faktanya, dua puluh macam asam amino yang berkombinasi membentuk protein. Selanjutnya, saat kita mengonsumsi protein, tubuh mencernanya menjadi asam amino. Kemudian, di dalam tubuh, asam amino berubah kembali menjadi protein yang sesuai dengan keperluan tubuh, contohnya berbagai enzim dan hormon.

Baca juga :  Pembelahan Mitosis

Protein memiliki peran vital untuk pertumbuhan sel, mengganti sel-sel yang rusak atau mati, dan mengatur berbagai proses dalam tubuh. Oleh karena itu, protein berfungsi sebagai zat makanan utama pembangun tubuh. Ketika tubuh kekurangan protein, pertumbuhan dapat terhambat dan kita mudah terkena infeksi. Selain itu, dalam sel tubuh, protein juga dapat menghasilkan energi, di mana satu gram protein menyediakan 4,1 kkal.

Vitamin

Secara alami, berbagai makanan kita mengandung beragam vitamin dan mineral. Meskipun vitamin dan mineral bukan sumber energi, tubuh kita membutuhkannya dalam jumlah tertentu untuk berfungsi optimal. Terlebih lagi, vitamin adalah zat organik yang tubuh kita perlukan dalam jumlah kecil, namun vitamin memainkan peran krusial dalam menjaga kesehatan tubuh kita.



Umumnya, tubuh kita tidak dapat menghasilkan vitamin sendiri, kecuali vitamin D. Oleh karena itu, kita membagi vitamin menjadi dua kelompok besar. Pertama, vitamin yang larut dalam lemak meliputi vitamin A, D, E, dan K. Kedua, vitamin yang larut dalam air mencakup vitamin B dan C.

Pada dasarnya, vitamin berfungsi untuk tiga hal utama. Pertama, vitamin mengatur dan memperbaiki fungsi organ tubuh kita. Kedua, vitamin mendukung pertumbuhan sel. Ketiga, vitamin mengatur penggunaan makanan dan energi. Secara lebih terperinci, setiap vitamin memiliki fungsi spesifiknya masing-masing.

  • Vitamin A, berfungsi menjaga kesehatan mata, kesehatan kulit dan membantu proses pertumbuhan tubuh.
  • Vitamin D, berfungsi mengatur metabolisme garam dapur, pertumbuhan, serta pemeliharaan kesehatan tulang dan gigi. Fungsi lainnya adalah mengaktifkan penyerapan kalsium dan fosfor. Vitamin D dapat terbentuk dikulit dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.
  • Vitamin E, berfungsi dalam reproduksi, mempercepat penyembuhan luka bakar, menghalangi kerusakan kulit, dan mencegah kelelahan.
  • Vitamin K, berfungsi mempercepat pembekuan darah setelah terluka dan mencegah pendarahan dalam organ tubuh (hemoragi).
  • Vitamin B (Thiamine), berfungsi menambah selera makan, metabolism karbohidrat, untuk kesehatan jantung, saraf, otot, dan anti beri-beri.
  • Vitamin B2 (Riboflafin), berfungsi membantu pertumbuhan, kesehatan kulit, rambut, dan kuku; membantu menghilangkan luka pada mulut, bibir, dan lidah.
  • Vitamin B6 (Piridoxin), berfungsi menanggulangi gangguan saraf dan kulit, mengurangi rasa mual; meredakan mabuk laut, darat, dan udara; mengurangi kejang lengan; membantu pertumbuhan anak dan anti pellagra, yaitu kulit pecah-pecah.
  • Vitamin B12 (Kobalamin), penting untuk pembentukan sel-sel darah merah, mengurangi alergi, dan memperbaiki kemampuan pemusatan pikiran (konsentrasi).
  • Vitamin C, (Asam askorbat), berfungsi mempertinggi daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit infeksi bakteri, membantu menanggulangi alergi, mengurangi rasa nyeri oleh sengatan panas, menanggulangi skorbut, mempercepat penyembuhan luka, menurunkan kolesterol darah, dan membantu menanggulangi influenza.
Baca juga :  PBL Uji Makanan - SMP Kelas 8 - Kelompok 5

Mineral

Mineral di dalam tubuh bermacam-macam. Fungsi masing-masing mineral seperti berikut ini:

  • Kalsium atau zat kapur (Ca), berfungsi untuk pembekuan darah pada waktu terjadi luka. Selain itu, kalsium bersama fosfor dan magnesium berperan dalam pembentukan tulang.
  • Yodium (I), berfungsi untuk pembentukan hormon pertumbuhan yang mengatur pertumbuhan badan.
  • Natrium (Na), kalium (K), dan khlor (CI), berfungsi mengatur tekanan osmosis. Selain itu, juga berfungsi menjaga keseimbangan asam dan basa.
  • Belerang atau sulfur (S), berfungsi untuk membentuk asam amino cystine, serta untuk pertumbuhan rambut dan kuku.
  • Besi (Fe), berfungsi untuk membentuk hemoglobin.
  • Fluor (F), berfungsi mencegah kerusakan gigi.
  • Zeng (Zn), berfungsi dalam pembentukan insulin serta berperan penting untuk sintesis protein dan glukosa.
  • Kobalt (Co), merupakan bagian dari vitamin B12 yang penting dalam pembentukan sel darah merah.
  • Unsur lainnya (Mn, Mo, dan Mg) merupakan bagian dari enzim-enzim.

Uji makanan penting untuk mengidentifikasi kandungan di dalamnya. Selanjutnya, berikut adalah hasil pengujian pada bahan makanan dalam kehidupan sehari-hari.

No.Indikator/ReagenPerubahan Warna yang TerjadiKandungan pada Zat Makanan
1BiuretUnguProtein
2Lugol/IodinBiru kehitaman s/d hitamAmilum
3Kertas buramTransparanLemak
4 BenedictOrange s/d merah bataGlukosa

Untuk menikmati versi lengkap Bahan Ajar mengenai Jenis-Jenis Zat Makanan yang Dibutuhkan Manusia dan Fungsinya, silakan unduh di sini.