Produk Anda ingin dilihat ribuan orang?
Tempatbagi.com siap membantu kolaborasi iklan yang menguntungkan. Kunjungi Kontak Kami.

Dokter THT Ungkap Bahaya Sound Horeg pada Pendengaran

Bahaya Sound Horeg pada Pendengaran
Bahaya Sound Horeg pada Pendengaran


Pernahkah Anda terpukau oleh dentuman suara sound system yang menggelegar, atau yang populer disebut Sound Horeg? Di balik kemeriahannya, ternyata ada bahaya tersembunyi yang mengintai kesehatan pendengaran kita. Yuk, pahami lebih lanjut risiko sound horeg dan cara melindungi telinga Anda!

Bahaya Tersembunyi Sound Horeg bagi Pendengaran Anda

Sound horeg, atau sistem suara yang Anda nyalakan dengan volume sangat tinggi, jelas dapat berdampak buruk terhadap kesehatan pendengaran.

AIGURU: Bikin Soal & RPP dalam Hitungan Menit!

Secara normal, telinga manusia memiliki batas aman dalam menerima suara, yaitu 85 desibel (db) selama 8 jam. Jika intensitas suara melebihi batas tersebut, organ rumah siput yang bertugas menerima dan menghantarkan suara ke saraf pendengaran bisa mengalami kerusakan fatal.

Dr. Meyrna Heryaning Putri, Sp.T.H.T.B.K.L., FICS, seorang dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan di Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Universitas Brawijaya (RSSA UB), menjelaskan bahwa setiap peningkatan desibel akan mengurangi toleransi lama mendengar Anda. Misalnya, jika suara mencapai 88 db, toleransinya hanya 4 jam.

Baca juga :  Konten Kreator, Pilihan Karier Informal untuk Pemberdayaan Perempuan

Sementara itu, pada 91 db, toleransinya turun menjadi 2 jam. Bahkan, dalam waktu singkat, suara dengan volume 140 db dapat menyebabkan kerusakan fatal, baik pada saraf pendengaran maupun komponen lain di dalam telinga, seperti gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran.

Dampak Kerusakan Sound Horeg, Bukan Hanya Soal Pendengaran

Kerusakan ini tidak hanya terbatas pada masalah pendengaran; namun juga dapat memengaruhi fungsi non-pendengaran Anda. Contohnya, seseorang mungkin mengalami kesulitan berkomunikasi, mudah marah, dan kualitas interaksi sosialnya menurun drastis.

Gejala awal dari gangguan pendengaran bisa berupa rasa penuh di telinga atau tinnitus (denging), meskipun suara yang didengar cukup kecil. Kondisi ini disebut temporary transitory threshold shift, yaitu pergeseran ambang dengar yang bersifat sementara.

Sayangnya, jika terjadi secara berulang, kondisi ini dapat berkembang menjadi hearing loss atau kehilangan pendengaran yang berat.

Tips Efektif Mencegah Kerusakan Telinga Akibat Sound Horeg

Untuk mencegah kerusakan telinga akibat paparan suara keras, Anda perlu mengambil langkah-langkah pencegahan yang penting. Salah satunya adalah menggunakan pelindung telinga seperti earplug, earmuff, atau ear melt. Selain itu, hindari mendengarkan musik dengan volume yang terlalu keras dalam jangka waktu lama.

Baca juga :  Celurut Etruska, Mamalia Terkecil di Dunia yang Hanya 2 Gram

Kelompok yang paling rentan terhadap bahaya sound horeg antara lain individu dengan usia matang dan tidak matang. Anak-anak serta bayi memiliki sistem tubuh yang belum sepenuhnya berkembang, sehingga mereka lebih rentan terhadap gangguan pendengaran.

Di samping itu, individu dengan kondisi bawaan seperti sel rambut atau rumah siput yang tidak normal, infeksi telinga, atau gangguan pendengaran sejak lahir juga memiliki risiko tinggi.

Meskipun sound horeg memiliki risiko yang signifikan, popularitasnya terus meningkat. Ini terjadi karena musik dapat membantu meredakan stres dan membuat tubuh rileks.

Lebih lanjut, sound horeg telah menjadi bagian dari budaya masyarakat tertentu. Namun demikian, meskipun banyak orang menganggapnya sebagai hal yang wajar, Anda perlu menyadari bahwa bahayanya sangat besar.



Edukasi sebagai Kunci Menjaga Kesehatan Pendengaran Kita

Menikmati musik bukanlah hal yang salah, tetapi kita semua perlu memahami batas kemampuan pendengaran. Edukasi tentang risiko sound horeg harus Anda lakukan secara luas, tidak hanya oleh dokter spesialis THT, tetapi juga oleh siapa pun yang peduli dengan kesehatan masyarakat.

Anda tidak memerlukan gelar atau jabatan untuk memberikan edukasi, asalkan Anda memahami dampak negatif dari suara keras dan cara mencegahnya.

Baca juga :  Cara Mudah Kirim Foto dalam Bentuk Dokumen di WhatsApp

Sound horeg sendiri merupakan sekumpulan sistem suara yang Anda operasikan bersama di satu tempat, menghasilkan suara yang sangat keras hingga membuat benda-benda sekitar, bahkan jantung, bergetar.

Meskipun populer, peningkatan volume suara secara drastis dapat mengurangi waktu toleransi pendengaran Anda. Perlu Anda ketahui, suara dengan intensitas 140 db sama sekali tidak dapat ditoleransi oleh telinga, padahal suara dari sound horeg bisa mencapai 130 db.

Dengan kesadaran yang lebih tinggi, kita semua dapat melindungi diri dan orang lain dari bahaya sound horeg. Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Oleh karena itu, inisiatif untuk memahami dan mengurangi paparan suara berisiko adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan pendengaran kita semua. Mari jaga pendengaran kita, karena telinga adalah jendela menuju dunia suara.

Bagaimana Anda akan mulai melindungi telinga Anda hari ini?



AIGURU: Bikin Soal & RPP dalam Hitungan Menit!

Novel KLEPON: Aroma Garis Waktu