Produk Anda ingin dilihat ribuan orang?
Tempatbagi.com siap membantu kolaborasi iklan yang menguntungkan. Kunjungi Kontak Kami.

Sifat Orang Cina & 62 Rahasia Suksesnya di Indonesia

Sifat Orang Cina dan Rahasia Suksesnya
Sifat Orang Cina dan Rahasia Suksesnya


Sifat Orang Cina & Rahasia Suksesnya — Bagaimana pedagang Cina mendominasi pasar perdagangan di Indonesia, bahkan dunia? Mereka begitu mudah meraih kesuksesan dalam bisnis. Faktanya, hampir di setiap pusat perdagangan, Anda akan menemukan keberadaan mereka, dan rata-rata berhasil. Oleh karena itu, mungkin Anda bertanya-tanya tentang rahasia kesuksesan dan sifat orang Cina ini, mengapa mereka bisa begitu kaya di Indonesia?

Bagaimana Sifat dan Rahasia Sukses Orang Cina?

Berikut adalah rangkuman poin-poin penting dari buku “Rahasia Bisnis Orang Cina” karya Ann Wan Seng. Jika Anda ingin kaya dan sukses, pahami dan praktikkan kiat-kiat ini:

AIGURU: Bikin Soal & RPP dalam Hitungan Menit!

1. Kerja keras ibarat kata keramat yang mendorong pedagang Cina berhasil dalam bisnisnya. Meskipun demikian, kerja keras yang mereka terapkan bukan sekadar upaya fisik, melainkan juga melibatkan strategi cerdas dan kegigihan tanpa henti.

2. Jika dahulu bapaknya berjualan air di pinggir jalan, maka anaknya akan membuka restoran. Selanjutnya, barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan.

Baca juga :  4 Rekomendasi Pasar Tradisional Sumedang

3. Orang Cina cenderung memilih berdagang karena bidang ini tidak terbatas oleh ruang, waktu, dan tempat. Selain itu, kegiatan perdagangan juga menyediakan ruang yang luas bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya secara optimal.

4. Perdagangan orang Cina tidak banyak formalitas dan birokrasi. Mereka berusaha menjadikan kegiatan dagang ini semudah mungkin.

5. “Jika kita sama rajinnya dengan orang-orang di Barat, kita tidak akan dapat menyaingi mereka,” kata Kim Woo Choong. Harus lebih rajin lagi agar bisa menyaingi mereka.

6. Jika ingin lebih berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan, kecuali bekerja dengan lebih keras dan rajin.

7. Persepsi orang Cina pada perdagangan adalah positif. Dunia dagang adalah dunia yang menjanjikan kesenangan, kemewahan, dan kebahagiaan.

8. Pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali.

9. Berdagang dapat sebagai hobi, tetapi bukan untuk mengisi waktu luang.

10. Keuntungan dari berdagang untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi.

Baca juga :  Sepeda Gunung: 10 Rekomendasi Merek dan Harga Tahun 2026

11. Gunakan uang untuk menghasilkan uang.

12. Pedagang Cina membolehkan terjadinya tawar-menawar. Meskipun proses ini memakan waktu dan mengurangi keuntungan, hal ini dapat menggembirakan hati pelanggan.

13. Pantang mengeluh di hadapan pelanggan, apalagi menunjukkan emosi negatif.

14. Bersikap terbuka dan berlapang dada apabila menghadapi situasi sulit, dan tetap fokus mencari jalan keluar.

15. Sekedar pintar berdagang tidak memberikan hasil yang maksimal. Harus didukung dengan sikap agresif, proaktif, berani, tahan banting, semangat tinggi, dan rela berjuang untuk merebut segala peluang yang ada.



16. Orang Cina rela bangun dini hari dan terus bekerja sampai malam hari.

17. Apabila orang Cina mengatakan akan berdagang mereka biasanya tidak akan berpikir panjang untuk menindaklanjuti. Pengalaman dan kemahiran tidak penting karena hal itu dapat dipelajari kemudian.

18. Kegagalan pertama tidak melunturkan semangatnya; justru membuatnya semakin gigih. Kemudian, ia menjadikan kegagalan kedua sebagai pelajaran. Selanjutnya, kegagalan ketiga menjadikannya lebih bijak, dan kegagalan-kegagalan berikutnya pun menguji kesabaran serta ketabahannya.

Baca juga :  Lukisan Abstrak Mahal, Apakah Layak?

19. Apabila melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus menetapkan tujuan atau target untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.

20. Budaya dagang orang Cina mengutamakan kecepatan dalam bertindak, hal ini penting seperti “siapa cepat dia dapat” .

 



AIGURU: Bikin Soal & RPP dalam Hitungan Menit!

Novel KLEPON: Aroma Garis Waktu