Infeksi cacing dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Walaupun sering dianggap sepele, infeksi parasit ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Jenis-Jenis Cacing yang Bisa Menginfeksi Tubuh Manusia
Penting bagi kita untuk mengenali beragam jenis cacing yang sering menginfeksi manusia, cara penularannya, serta gejalanya. Mari kita telusuri lebih dalam.
1. Mengerikan tapi Nyata, Mengenal Cacing Pita yang Hidup di Dalam Tubuh
Cacing pita atau Cestodes memiliki nama ilmiah Taenia saginata, yang menjadi salah satu spesies paling umum menginfeksi manusia. Cacing ini dikenal karena bentuk tubuhnya yang rata dan beruas-ruas menyerupai pita.
Menariknya, cacing pita dewasa bisa tumbuh hingga 25 meter dan hidup hingga 30 tahun di dalam usus penderitanya.
Lantas, bagaimana cacing pita menginfeksi manusia? Seseorang dapat terinfeksi ketika mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh larva atau telur cacing. Selain itu, konsumsi daging sapi, babi, atau ikan yang tidak dimasak sampai matang juga menjadi salah satu jalur utama penularan.
Ketika cacing ini masuk, bagian kepalanya akan menempel pada dinding usus, sementara sisa tubuhnya terus tumbuh dan memproduksi telur. Meskipun infeksi umumnya ringan, migrasi cacing keluar dari saluran pencernaan dapat memicu komplikasi yang berbahaya.
2. Ancaman di Air Tawar, Infeksi dari Cacing Pipih
Cacing pipih, atau Trematoda, merupakan kelompok parasit yang mencakup lebih dari 25.000 spesies, dan beberapa di antaranya mengancam kesehatan manusia. Salah satu yang paling terkenal adalah Schistosoma, penyebab penyakit skistosomiasis.
Cacing ini sering ditemukan di air tawar seperti sungai, danau, dan kubangan. Selain manusia, cacing ini juga dapat menginfeksi hewan seperti bekicot, siput, tikus, dan sapi.
Selanjutnya, cacing Schistosoma dapat masuk ke tubuh manusia melalui kulit saat seseorang mandi atau berenang di air yang terkontaminasi. Penularan juga bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi air atau daging hewan yang telah terinfeksi.
3. Waspada! Larva Cacing Tambang yang Menyerang Melalui Kulit
Ada dua jenis utama cacing tambang yang sering menginfeksi manusia: Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Infeksi terjadi ketika larva cacing ini masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, atau, yang paling sering, melalui kulit saat bersentuhan langsung dengan tanah yang terkontaminasi.
Gejala infeksi cacing tambang bervariasi. Beberapa penderita mungkin tidak merasakan gejala sama sekali. Namun, ketika larva menginfeksi kulit, seringkali muncul ruam gatal yang berkelok-kelok di area tempat masuknya cacing. Kondisi ini dikenal sebagai cutaneus larva migran.
4. Parasit Kecil Pemicu Gatal: Mengenali Cacing Kremi
Cacing kremi (Enterobius vermicularis) adalah parasit berukuran kecil, sekitar 2-13 mm, yang menyerang usus besar manusia. Penularan cacing ini dapat terjadi melalui sentuhan langsung dengan kulit atau benda yang terkontaminasi.
Di dalam tubuh, cacing kremi berkembang biak dan memicu gejala seperti gatal, nyeri, dan ruam di area anus.
Selain itu, peningkatan jumlah cacing kremi dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi saluran kemih atau radang vagina. Penyebaran cacing ini juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan orang lain atau benda yang terkontaminasi, di mana telur cacing kremi dapat masuk ke tubuh melalui mulut atau hidung.
5. Cacing Gelang: Infeksi Parasit Paling Umum di Dunia
Ascaris lumbricoides, atau cacing gelang, merupakan parasit yang hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Infeksi yang disebabkannya, yaitu ascariasis, sangat umum terjadi di daerah dengan sanitasi yang buruk.
Menurut data WHO, lebih dari 10 persen populasi dunia terinfeksi cacing, dengan cacing gelang sebagai penyebab utamanya.
Tak hanya itu, angka kematian akibat ascariasis berat mencapai 60 ribu per tahun, terutama pada anak-anak. Penderita infeksi cacing gelang bisa mengalami sakit perut hebat, penurunan berat badan, bahkan sensasi ada benjolan di tenggorokan.
Parahnya lagi, cacing dapat keluar melalui muntah, buang air besar, atau bahkan lubang hidung.
6. Daging Mentah dan Infeksi Cacing Trikinosis
Trikinosis, atau trichinellosis, disebabkan oleh cacing Trichinella yang sering ditemukan pada hewan pemakan daging, seperti babi, rubah, anjing, dan beruang. Infeksi terjadi ketika seseorang mengonsumsi daging mentah atau setengah matang dari hewan yang telah terinfeksi.
Awalnya, gejala infeksi mungkin tidak terlihat. Akan tetapi, sekitar satu minggu setelah infeksi, larva cacing mulai masuk ke jaringan otot, dan gejala pun mulai terasa lebih jelas.
Kunci Utama, Mencegah Infeksi Cacing dengan Kebersihan
Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melawan infeksi cacing. Selalu jaga kebersihan diri, makanan, tempat tinggal, dan lingkungan sekitar Anda.
Jika mengalami gejala seperti gatal, sakit perut, atau penurunan berat badan yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Memahami jenis-jenis cacing yang dapat menginfeksi tubuh kita adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan. Dengan pengetahuan ini, kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan lebih waspada terhadap gejala yang muncul.
Jadi, apa langkah pertama yang akan Anda ambil untuk menjaga kebersihan diri dan keluarga?



























