Bisul sering muncul tiba-tiba di kulit dan menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu. Secara naluriah, banyak orang ingin memencet benjolan ini agar cepat kempes. Namun, apakah tindakan ini aman? Jawabannya tegas: tidak disarankan.
Memencet benjolan ini sendiri justru berisiko memperparah infeksi dan menyebarkan bakteri berbahaya ke area tubuh lain. Artikel ini akan mengupas tuntas bahaya memencet bisul dan bagaimana cara tepat menanganinya.
Bahaya Infeksi Menyebar, Dampak Memencet Bisul
Saat Anda memencet atau menggaruk bisul, bakteri dari dalamnya dapat menyebar lebih jauh, baik melalui aliran darah maupun pembuluh limfatik. Sebagai contoh, jika muncul garis merah yang menjalar dari benjolan ini, itu menandakan bahwa infeksi sedang menyebar sepanjang pembuluh limfa atau kita menamainya lymphangitis. Selain itu, kelenjar getah bening di sekitar area tersebut juga bisa meradang dan menyebabkan nyeri hebat.
Risiko Bisul Wajah Mengancam Otak
Lebih lanjut, bisul yang muncul di area wajah, terutama di sekitar hidung dan bibir atas, memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih tinggi. Bakteri dari benjolan ini di area ini berpotensi masuk hingga ke otak dan menyebabkan kondisi serius. Kondisi berbahaya tersebut termasuk meningitis atau penggumpalan darah pada pembuluh besar di otak (Cerebral Venous Sinus Thrombosis).
Bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, benjolan ini bahkan bisa muncul berulang kali atau di banyak area sekaligus, sebuah kondisi yang kita menamainya furunculosis.
Kenali Biang Keladi Bisul, Bakteri Staphylococcus aureus
Bisul terjadi karena adanya infeksi pada kulit yang utamanya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini umumnya hidup secara normal di kulit dan hidung tanpa menimbulkan masalah. Namun, ketika bakteri ini berhasil masuk ke folikel rambut melalui kulit yang terluka, tergores, atau teriritasi, infeksi pun terjadi, yang akhirnya memicu munculnya benjolan ini.
Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan menular ke orang lain. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kulit menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah penyebarannya.
Faktor Pemicu Risiko Terkena Bisul
Semua orang bisa terkena bisul, tetapi beberapa kondisi tertentu secara signifikan meningkatkan risiko seseorang. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:
- Sering kontak dekat dengan orang yang sudah memiliki infeksi Staph.
- Menderita penyakit diabetes.
- Memiliki riwayat penyakit kulit tertentu.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Cara Tepat Mengobatinya Tanpa Dipencet
Benjolan ini biasanya akan mulai sembuh setelah nanahnya keluar sendiri secara alami. Anda dapat membantu mempercepat proses ini melalui perawatan sederhana. Untuk bisul kecil, Anda bisa mengompres area sekitar dengan kain bersih yang telah Anda rendam air hangat beberapa kali sehari. Kompres hangat ini dapat membantu nanah terkumpul dan lebih mudah keluar secara alami.
Selama proses penyembuhan, Anda harus selalu menjaga kebersihan benjolan ini dan menutupnya dengan perban bersih untuk mencegah penyebaran bakteri. Jika Anda tidak bisa menutup benjolan ini, hindari aktivitas seperti memakai sauna, spa, atau olahraga kontak fisik yang dapat meningkatkan risiko penularan.
Kapan Bisul Harus Ditangani Dokter?
Dalam beberapa kasus, bisul membutuhkan penanganan profesional dari dokter. Dokter mungkin akan membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah dan memberikan antibiotik agar infeksi cepat teratasi. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami:
- Bisul tidak kunjung sembuh dalam 2 minggu.
- Bisul sering muncul berulang.
- Muncul beberapa sekaligus dalam satu area.
Memencet benjolan ini bukanlah solusi yang tepat; tindakan ini justru membuka pintu bagi komplikasi serius dan penyebaran infeksi. Sebaliknya, fokuslah pada perawatan yang aman seperti kompres hangat dan menjaga kebersihan.
Dengan penanganan yang tepat dan kesabaran, Anda dapat mengatasi bisul tanpa meninggalkan bekas luka atau menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar.






























