Tahukah Anda bahwa penyakit Pneumonia atau pes adalah ancaman serius yang perlu kita waspadai? Penyakit menular ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, yang seringkali menyerang hewan kecil dan kutu pembawa penyakit.
Namun, jangan khawatir! Dengan informasi yang tepat, Anda dapat memahami dan melindungi diri dari berbagai bentuknya.
Waspadai Penyakit Pes: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Penyakit pes adalah penyakit menular serius yang bakteri Yersinia pestis sebabkan. Bakteri ini termasuk kategori zoonosis, yang berarti Anda biasanya menemukan bakteri ini pada hewan kecil seperti tikus atau mamalia lain, serta kutu yang menempel pada hewan tersebut. Penularan antarhewan umumnya terjadi melalui gigitan kutu.
Manusia dapat tertular pes melalui berbagai cara. Misalnya, gigitan kutu yang terinfeksi, kontak langsung dengan cairan tubuh hewan atau manusia yang terinfeksi, atau bahkan bahan yang terkontaminasi. Lebih lanjut, penularan juga bisa terjadi melalui percikan cairan pernapasan (droplet) dari orang yang menderita pes pneumonik.
Pes merupakan penyakit yang sangat berbahaya, terutama dalam bentuk septikemia (infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah) dan pneumonik. Jika Anda tidak segera mengobatinya, tingkat kematian dapat mencapai 30–100 persen. Oleh karena itu, penanganan cepat sangat krusial.
Memahami Pneumonic Plague: Bentuk Pes Paling Berbahaya
Pada manusia, infeksi bakteri Yersinia pestis dapat muncul dalam tiga bentuk utama: pes bubonik, septikemik, dan pneumonik. Ketiga bentuk ini umumnya muncul dalam situasi wabah besar.
Orang yang terkena pes bubonik memiliki peluang hidup paling besar. Bentuk ini biasanya terjadi setelah Anda tergigit kutu yang terinfeksi. Kemudian, muncul bubo, yaitu benjolan besar dan nyeri di kelenjar getah bening, yang seiring waktu dapat pecah dan bernanah.
Jika infeksi menyebar dari bubo ke aliran darah, maka pes septikemik dapat berkembang. Kondisi ini Anda tandai dengan munculnya bercak-bercak hitam kebiruan di seluruh tubuh. Namun, jika infeksi masuk ke paru-paru, maka berubah menjadi pes pneumonik, yang dapat menular dari orang ke orang melalui percikan batuk atau napas.
Pes septikemik dan pes pneumonik sangat mematikan jika Anda tidak segera mengobatinya. Namun, karena orang yang terkena bentuk paling parah biasanya meninggal lebih cepat sebelum sempat menularkan ke banyak orang, para ahli meyakini bahwa pes buboniklah yang paling berperan menyebarkan penyakit ini selama wabah besar di masa lalu.
Penyebab Pneumonic Plague: Kenali Jalur Penularannya
Bakteri Yersinia pestis dapat menular ke manusia melalui beberapa cara utama:
1. Gigitan Kutu
Cara penularan paling umum adalah melalui gigitan kutu yang terinfeksi. Wabah pes biasanya menyerang hewan pengerat seperti tikus.
Jika tikus mati karena pes, kutu yang sebelumnya mengisap darahnya akan pindah ke hewan lain, seperti anjing atau kucing. Hewan-hewan ini kemudian dapat membawa kutu pembawa bakteri lebih dekat ke manusia.
2. Kontak dengan Cairan Tubuh atau Jaringan Hewan yang Terinfeksi
Bakteri dapat menular jika Anda menyentuh jaringan atau cairan tubuh hewan yang sakit tanpa pelindung. Sebagai contoh, pemburu yang menguliti hewan tanpa sarung tangan atau perlindungan lain dapat tertular. Penularan seperti ini biasanya menyebabkan pes bubonik atau pes septikemik.
3. Droplet yang Mengandung Bakteri
Jika manusia atau hewan lain terkena pes pneumonik, mereka dapat batuk dan melepaskan droplet yang mengandung bakteri ke udara. Jika orang lain atau hewan lain menghirup droplet ini (biasanya karena kontak dekat), mereka juga dapat tertular pes pneumonik. Ini adalah satu-satunya cara pes dapat menular antarmanusia.
Perlu diingat, pes pneumonik juga dapat berkembang ketika Yersinia pestis menyebar ke paru-paru seseorang yang mengidap pes bubonik atau septikemik yang tidak diobati.
Gejala Pneumonic Plague: Waspadai Tanda-tandanya
Gejala pes pneumonik dapat meliputi:
- Tubuh terasa lemas
- Sakit kepala
- Demam
- Menggigil
- Pegal-pegal
- Mual dan muntah
Gejala-gejala ini biasanya muncul tiba-tiba. Selain itu, pes pneumonik dapat dengan cepat berkembang menjadi penyakit radang paru-paru (pneumonia) berat, yang Anda tandai dengan:
- Sesak napas
- Batuk (bisa disertai dahak berdarah atau dahak encer)
- Nyeri dada
Jika pes pneumonik muncul karena bakteri menyebar ke paru-paru dari pes bubonik atau septikemia yang tidak diobati, Anda bisa melihat gejala tambahan seperti pembengkakan kelenjar getah bening.
Orang yang mengalami gejala-gejala ini harus segera mencari pertolongan medis. Ingat, tanpa pengobatan, pes dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa.
Diagnosis dan Pengobatan: Langkah Cepat Menyelamatkan Nyawa
Dokter biasanya memulai pemeriksaan dengan mencari tanda fisik pes, misalnya gigitan kutu atau kelenjar getah bening yang membengkak. Namun, pada pes pneumonik, Anda seringkali tidak melihat tanda-tanda tersebut dengan jelas.
Oleh karena itu, tenaga kesehatan dapat mengambil sampel darah, nanah, atau dahak untuk diuji di laboratorium setelah menilai gejala pasien. Untuk mencegah komplikasi, dokter seringkali memulai pengobatan pes sebelum hasil tes laboratorium keluar.
Dokter mengobati pes pneumonik dengan antibiotik. Makin cepat pengobatan dimulai, makin baik hasilnya. Tanpa pengobatan, pes pneumonik dapat berakibat fatal dalam 18–24 jam setelah gejala muncul.
Dokter juga mungkin perlu menangani komplikasi yang timbul akibat infeksi pes. Mereka akan memeriksa orang-orang yang pernah kontak dekat dengan pasien pes pneumonik. Dalam beberapa kasus, orang tersebut dipantau dan dokter memberikan antibiotik pencegahan.
Cara Mencegah Pneumonic Plague: Lindungi Diri dan Keluarga
Orang-orang yang tinggal di daerah yang lebih mungkin mengalami wabah pes dapat mengambil langkah-langkah ini untuk membantu mencegah infeksi Yersinia pestis:
- Memberantas tempat tinggal tikus di sekitar rumah, kantor, dan area bermain Anda. Singkirkan semak, tumpukan batu, barang bekas, kayu bakar berantakan, serta sumber makanan tikus seperti makanan hewan peliharaan atau makanan satwa liar. Pastikan bangunan Anda kedap tikus.
- Gunakan sarung tangan saat menangani atau menguliti hewan yang mungkin terinfeksi untuk mencegah kontak langsung dengan bakteri pes. Hubungi dinas kesehatan setempat jika Anda memerlukan informasi cara membuang bangkai hewan.
- Gunakan obat semprot antinyamuk atau kutu jika Anda beraktivitas di luar, misalnya camping, mendaki, atau bekerja di alam terbuka. Pilih produk yang mengandung DEET untuk kulit dan pakaian, serta permethrin untuk pakaian (ikuti petunjuk pada kemasan).
- Jaga kebersihan hewan peliharaan dengan memberikan obat kutu secara rutin. Hewan yang bebas berkeliaran berisiko membawa kutu atau binatang terinfeksi ke dalam rumah Anda. Bila hewan peliharaan Anda sakit, segera bawa ke dokter hewan.
- Jangan biarkan anjing atau kucing yang sering berkeliaran di daerah endemik tidur di tempat tidur Anda.
Pneumonic plague adalah bentuk pes yang infeksi bakteri Yersinia pestis sebabkan. Penyakit ini dapat muncul jika Anda menghirup percikan droplet dari orang atau hewan lain yang sudah terkena pes pneumonik.
Jenis pes ini juga dapat berkembang jika pes bubonik atau septikemik tidak Anda obati, lalu bakteri menyebar ke paru-paru. Gejalanya bisa berupa demam, sakit kepala, dan radang paru-paru yang cepat memburuk. Penanganannya harus dengan antibiotik.
Jika Anda tinggal di area rawan, Anda dapat mencegah penyebaran pes dengan cara menghalau tikus masuk rumah, memakai obat anti serangga, dan tidak membiarkan hewan peliharaan tidur di tempat tidur Anda.
Jika muncul gejala yang Anda curigai pes pneumonik, segera ke dokter karena pengobatan cepat sangat penting agar tidak berakibat fatal. Lindungi diri Anda dan orang-orang terkasih!



























