Produk Anda ingin dilihat ribuan orang?
Tempatbagi.com siap membantu kolaborasi iklan yang menguntungkan. Kunjungi Kontak Kami.

Tahap Puber Kedua Laki-laki: Mengenal Tanda-tandanya Menurut Tahapan Usia

Puber Kedua Laki-Laki
Puber Kedua Laki-Laki


Ketika kita membahas pubertas pada laki-laki, kita biasanya mengaitkannya dengan perubahan fisik dan emosional yang signifikan. Transisi ini umumnya terjadi saat individu memasuki usia remaja. Pada fase krusial ini, seseorang mulai merasa ingin menjelajahi romansa dan mencoba berbagai hal baru.

Ciri-ciri ini seringkali kita kaitkan dengan istilah “pubertas kedua”. Berbeda dari masa remaja, puber kedua laki-laki dikatakan terjadi pada pria dewasa dan matang. Namun, apa sebenarnya pubertas kedua ini? Apakah kondisi ini benar-benar ada secara medis dan apa ciri-cirinya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

AIGURU: Bikin Soal & RPP dalam Hitungan Menit!

Apa Itu Pubertas pada Laki-Laki Sebenarnya?

Pada dasarnya, pubertas laki-laki memiliki pengertian yang sama dengan pubertas perempuan. Pubertas menandai fase perkembangan ketika tubuh anak bertransisi menjadi tubuh orang dewasa. Ini mempersiapkan individu untuk bereproduksi melalui perubahan fisik dan emosional.

Pubertas pada laki-laki umumnya terjadi pada usia 11-12 tahun. Meskipun demikian, ini bisa terjadi lebih cepat atau lambat. Tanda-tanda yang muncul biasanya meliputi suara yang membesar, pertumbuhan rambut di area tubuh tertentu, perkembangan testis dan penis, hingga mimpi basah.

Pubertas Kedua, Mitos atau Fakta?

Puber Kedua Laki-Laki

Berbeda dengan pubertas pertama, istilah “pubertas kedua” merujuk pada perubahan tubuh setelah seseorang memasuki masa dewasa. Namun, alih-alih fisik, pubertas kedua justru ditandai oleh perubahan emosional. Penting untuk diingat, baik untuk laki-laki maupun perempuan, “pubertas kedua” bukanlah istilah medis yang diakui secara resmi.

Alyssa Dweck, MD., FACOG., seorang ginekolog yang berbasis di New York, menegaskan dalam SELF bahwa pubertas kedua sebetulnya tidak ada. Pasalnya, tubuh memang terus berubah seiring bertambahnya usia. Adapun beberapa faktor memengaruhi perubahan tersebut, seperti:

Baca juga :  Waspada Bahaya Lalat! Penyebar 65 Penyakit Mematikan

Faktor Pemicu Perubahan Emosional Dewasa

  1. Perubahan Hormon: Secara spesifik, hormon yang berfluktuasi dapat memicu perubahan emosional. Ini tidak hanya terjadi pada perempuan, tetapi juga pada laki-laki. Tanda-tanda paling umum biasanya melibatkan unsur emosional.
  2. Perubahan Gaya Hidup: Faktor eksternal seperti gaya hidup juga dapat memicu apa yang orang sebut “puber kedua”. Kebiasaan tertentu berpotensi membuat tubuh terlihat dan terasa berbeda, bahkan mengganggu kesehatan. Contohnya, mengonsumsi makanan yang tidak memberi energi atau pola tidur yang tidak teratur.

Kapan Puber Kedua Laki-Laki Terjadi?

Puber kedua laki-laki berbeda dari pubertas remaja yang jelas menunjukkan perubahan fisik. Pasalnya, fase “remaja kedua” ini bukanlah istilah medis yang merujuk pada kondisi tertentu. Menurut Healthline, fase ini dapat terjadi pada usia 20-an, 30-an, 40-an, bahkan seterusnya. Selain itu, puber kedua mungkin mencakup satu dekade kehidupan, misalnya selama usia 30-an, atau bahkan transisi dekade usia.

Tanda Puber Kedua Laki-Laki

Puber Kedua Laki-Laki

Sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya, puber kedua pada pria mengacu pada perubahan yang terjadi di usia dewasa. Perlu Anda ketahui, hal ini dapat menunjukkan tanda-tanda spesifik yang berbeda di setiap tahapan usia. Berikut adalah beberapa tanda puber kedua yang mungkin pria alami di setiap dekadenya.

Usia 20-an

Saat memasuki usia 20-an, pria akan merasakan perubahan psikologis dan emosional. Kehidupan yang mandiri dan beragam tantangan baru mendorong tubuh melakukan penyesuaian. Oleh karena itu, beberapa gejala kecemasan atau depresi mungkin muncul sebagai reaksi alami terhadap fase baru ini. Di sisi lain, massa tulang dan kekuatan otot biasanya mencapai puncaknya pada usia ini.

Baca juga :  Eksplorasi Soto Ayam Terbaik di Sidoarjo

Selain itu, beberapa pria usia 20-an mungkin mengalami stretch mark sebagai bagian alami dari pertumbuhan; pastikan untuk minum cukup air demi menjaga elastisitas dan kesehatan kulit. Menariknya, pertumbuhan prostat cenderung melambat pada dekade ini, berbeda dengan perubahan drastis saat pubertas pertama.

Usia 30-an

Memasuki usia 30-an, pria akan melihat massa tulang dan otot mereka secara alami mulai berkurang. Akibatnya, bentuk dan kekuatan tubuh pun berubah. Selain itu, kulit mulai kehilangan elastisitas dan beberapa pria mungkin mulai beruban. Tidak hanya itu, metabolisme tubuh biasanya mulai melambat, sehingga menyebabkan penambahan berat badan dan perubahan bentuk tubuh lainnya.



Usia 40-an

Ketika menginjak usia 40-an, pria cenderung kehilangan tinggi badan sekitar 2-5 sentimeter. Ini terjadi karena adanya pengeroposan di tulang belakang, di mana cakram di antara tulang belakang aus dan menyusut. Meskipun gigi dapat bertahan seumur hidup dengan perawatan yang tepat, gigi bisa menjadi lebih sensitif terhadap suhu panas dan dingin seiring bertambahnya usia.

Lebih lanjut, pengeroposan tulang terjadi lebih cepat karena tubuh menyerap lebih sedikit kalsium, mengakibatkan kepadatan tulang menurun. Seiring dengan penurunan kadar hormon, gairah seksual juga akan menurun; meski demikian, beberapa pria justru menganggap perubahan ini sebagai tantangan baru. Selain itu, prostat mungkin kembali tumbuh tanpa disadari, menyebabkan kesulitan buang air kecil.

Penting juga untuk diketahui, penurunan kadar testosteron dapat memengaruhi kemampuan mempertahankan ereksi, sehingga memicu disfungsi ereksi.

Cara Mencegah Puber Kedua Laki-Laki

Sayangnya, Anda tidak dapat mencegah pubertas kedua baik pada laki-laki maupun perempuan. Faktanya, Anda tidak bisa menghalangi perubahan fisik dan emosional yang terjadi selama fase ini.

Baca juga :  6 Teknologi Gangguan Penglihatan Canggih untuk Lansia

Perlu diingat, semua ini adalah tahapan alami tubuh dalam menghadapi perkembangan. Meskipun Anda mungkin dapat mengontrol beberapa aspek, perubahan lainnya akan tetap terjadi sesuai tahapan usia.

Cara Mengelola Puber Kedua Laki-Laki

Mengelola puber kedua pada pria memerlukan pendekatan yang bijak, yaitu dengan fokus pada pengelolaan tubuh dan pikiran. Dengan menyalurkan lebih banyak energi positif, Anda dapat mencapai ini melalui beberapa cara penting.

Pertama, pastikan Anda menjaga tubuh tetap aktif. Anda dapat mencapai ini dengan berolahraga secara teratur sejak usia muda, yang akan membantu menjaga kesehatan hingga tua nanti. Selain itu, konsumsi makanan bergizi. Buah, sayur, bijian, hingga daging—semuanya penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan optimal.

Selanjutnya, kelola penyakit kronis yang Anda derita. Jangan menunda pengobatan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Di samping itu, lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, baik fisik maupun mental. Untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh, kunjungi ginekolog dan konselor secara teratur.

Meskipun “puber kedua” pada pria bukan istilah medis resmi, individu tetap bisa mengalami fase ini. Jika Anda merasa tidak menentu atau kesulitan mengelola perubahan yang terjadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya.


Referensi:

“I’m an Adult—Why Do I Feel Like I’m Having a ‘Second Puberty’?”. SELF. Diakses Oktober 2024.

“Puberty From Start to Finish: What Happens?”. Verywell Health. Diakses Oktober 2024.

“What Is Second Puberty?”. Healthline. Diakses Oktober 2024.

““Second Puberty” in Adults”. Care Counseling. Diakses Oktober 2024.

“Second Puberty: What Is It? Does It Exist?”. Sexual Health Alliance. Diakses Oktober 2024.



AIGURU: Bikin Soal & RPP dalam Hitungan Menit!

Novel KLEPON: Aroma Garis Waktu