Makanan seharusnya menjadi sumber energi dan nutrisi. Namun, cara penyajian yang salah dapat mengubahnya menjadi sumber bahaya. Oleh karena itu, keamanan makanan sangat penting; keracunan makanan bukan masalah sepele, gejalanya bisa ringan hingga memerlukan penanganan darurat.
Stop Keracunan Makanan, Panduan A-Z Penyajian Makanan yang Aman
Oleh karena itu, pencegahan menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan diri dan orang-orang terdekat. Mari kita pelajari langkah-langkah sederhana namun krusial untuk menghindari risiko keracunan makanan.
1. Cek Dulu Tanggal Kedaluwarsa dan Kondisi Kemasan
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan makanan. Jangan pernah membeli atau mengonsumsi makanan yang sudah melewati batas waktu atau berbau tidak sedap.
Selain itu, perhatikan juga kemasan. Jika kemasan rusak, seperti kaleng yang penyok atau menggelembung, segera hindari membelinya. Kerusakan kemasan sering kali mengindikasikan kontaminasi bakteri berbahaya.
2. Cuci Bahan Makanan dengan Teknik yang Benar
Meskipun sayur dan buah tampak segar, bakteri dapat mengontaminasi permukaannya. Oleh karena itu, selalu cuci bahan makanan di bawah air mengalir sebelum Anda mengonsumsinya. Hindari penggunaan sabun atau pemutih yang tidak disarankan.
Untuk bahan padat, gunakan sikat khusus. Setelah dicuci, keringkan bahan dengan handuk bersih. Namun, jangan pernah mencuci daging, unggas, atau telur karena tindakan ini justru dapat menyebarkan bakteri patogen ke area lain.
3. Cegah Kontaminasi Silang, Pisahkan Bahan Berisiko Tinggi
Kontaminasi silang adalah salah satu penyebab utama keracunan. Saat berbelanja, pisahkan daging, unggas, atau makanan laut dari bahan makanan lainnya untuk mencegah kontaminasi dari cairan daging. Setibanya di rumah, simpan bahan-bahan ini secara terpisah di dalam kulkas.
Selanjutnya, gunakan alat masak dan talenan yang berbeda saat Anda mempersiapkan hidangan, khususnya untuk daging mentah.
4. Suhu Kritis, Hindari “Zona Bahaya” Perkembangbiakan Bakteri
Suhu antara hingga disebut sebagai “zona bahaya” karena di rentang ini, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. Pastikan Anda menyetel kulkas pada suhu atau lebih rendah, dan freezer pada atau lebih rendah.
Jika makanan terasa hangat saat disentuh, segera buang, jangan konsumsi. Terakhir, saat mengadakan acara luar ruangan, pastikan makanan tidak terlalu lama berada di suhu panas.
5. Prioritaskan Kebersihan Diri dan Area Memasak
Kebersihan adalah benteng pertahanan utama. Cuci tangan secara menyeluruh sebelum memasak, setelah menggunakan kamar mandi, atau setelah bermain dengan hewan peliharaan. Bersihkan talenan dan alat masak setelah digunakan, terutama setelah mengolah daging atau seafood.
Sebagai upaya tambahan, Anda dapat menghangatkan spons di microwave selama satu menit dan mencuci kain lap piring dengan air hangat secara rutin.
6. Tips Aman Marinasi dan Mencairkan Makanan Beku
Untuk marinasi, Anda wajib melakukannya di dalam kulkas agar bakteri tidak berkembang. Hindari menggunakan sisa marinade yang sudah terkontaminasi. Saat mencairkan makanan beku, lakukan prosesnya di kulkas, bukan di suhu ruangan.
Jika Anda harus membiarkan daging di suhu ruangan, batasi waktunya maksimal dua jam.
7. Memasak Makanan Hingga Suhu Internal Aman
Memasak makanan hingga matang sempurna bertujuan membunuh kuman dan mengurangi risiko keracunan. Pastikan Anda mencapai suhu internal yang aman: misalnya, daging sapi cincang harus mencapai , steik , dan unggas . Suhu tinggi ini menjamin makanan Anda aman untuk dikonsumsi.
8. Pilih Restoran Terpercaya dan Simpan Sisa Makanan dengan Cepat
Jika Anda makan di luar, pilih restoran yang memiliki sertifikasi keamanan makanan dan staf yang sehat. Pastikan hidangan dimasak hingga matang. Jika Anda membawa makanan sisa, segera simpan di kulkas dalam waktu dua jam setelah disajikan.
9. Jaga Makanan Tetap Dingin Saat Bepergian (Travelling)
Saat bepergian, gunakan cooler, kantung insulasi, dan es batu untuk menjaga makanan tetap dingin. Hindari menyimpan makanan di bagasi mobil saat cuaca panas. Apabila tidak ada akses air mengalir, gunakan tisu basah atau hand sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan sebelum makan.
Dengan menerapkan setiap langkah di atas secara disiplin, Anda secara efektif melindungi diri dan orang tercinta dari risiko keracunan makanan. Kesadaran dan kehati-hatian dalam setiap tahap penyajian dan pengolahan makanan adalah kunci utama menjaga kesehatan dan keamanan makanan.






























