Diet golongan darah adalah sebuah konsep revolusioner dari oleh Peter D’Adamo, seorang dokter neuropati, yang meyakini bahwa kesehatan optimal dengan menyesuaikan pola makan dan olahraga dengan golongan darah individu.
Teori ini berpusat pada gagasan bahwa makanan mengandung protein yang bernama lektin, yang dapat menyebabkan penggumpalan sel darah jika tidak cocok dengan golongan darah seseorang. Hal ini dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, mulai dari risiko penyakit jantung, ginjal, hingga kanker.
Tips Diet Sehat untuk Golongan Darah A Positif
Buku Eat Right for Your Type yang ditulis D’Adamo tetap menjadi referensi utama bagi banyak orang hingga saat ini. Buku ini menyarankan agar setiap orang memilih pola makan sesuai golongan darahnya untuk mencapai berat badan ideal dan kesehatan prima. Khusus untuk golongan darah A positif, Anda disarankan untuk:
- Menghindari konsumsi daging.
- Menjauhi gandum, jagung, kacang merah, dan susu.
- Mengonsumsi makanan laut dan tahu sebagai sumber protein nabati.
- Memilih buah, sayur, dan biji-bijian utuh untuk mendapatkan nutrisi lengkap.
Manfaat Diet Golongan Darah yang Lebih Luas
Meskipun belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung efektivitas diet golongan darah sebagai strategi penurunan berat badan, beberapa manfaat positif bisa kita rasakan:
- Mendorong Aktivitas Fisik. Diet ini sering kali digabungkan dengan anjuran untuk berolahraga secara teratur, yang tentu saja membantu menjaga berat badan ideal.
- Menekankan Makanan Utuh. Rencana diet ini menekankan pentingnya memilih makanan utuh seperti buah, sayur, dan biji-bijian daripada makanan olahan. Tentu saja, ini adalah pilihan yang lebih sehat dan mudah untuk diikuti.
- Pilihan yang Menyeluruh. Program diet ini tidak hanya fokus pada pembatasan kalori, tetapi juga menyediakan variasi makanan yang cocok untuk setiap golongan darah. Namun, perlu diingat, ada batasan makanan yang ketat untuk golongan darah A dan O, sehingga mungkin tidak cocok untuk jangka panjang.
Kaitan Golongan Darah dan Risiko Kesehatan
Penelitian menunjukkan bahwa golongan darah memiliki hubungan dengan berbagai kondisi kesehatan. Berikut beberapa contohnya:
- Penyakit Jantung. Orang dengan golongan darah O cenderung memiliki risiko penyakit jantung koroner lebih rendah, kemungkinan karena kadar kolesterol dan protein yang berkaitan dengan pembekuan darah yang berbeda.
- Kanker Perut. Golongan darah A, AB, dan B memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lambung. Hal ini mungkin terkait dengan infeksi bakteri H. pylori yang lebih umum pada golongan darah A.
- Kanker Pankreas. Risiko kanker pankreas juga lebih tinggi pada golongan darah A, AB, dan B, dengan molekul dalam sel darah merah.
- Stres. Orang dengan golongan darah A cenderung memiliki kadar kortisol (hormon stres) lebih tinggi.
- Malaria. Golongan darah O memiliki perlindungan alami terhadap malaria karena parasitnya sulit menempel pada sel darah O.
- Gumpalan Darah. Golongan darah A, B, dan AB memiliki risiko lebih tinggi terkena tromboemboli vena (TEV), atau gumpalan darah di vena.
- Diabetes Tipe Dua. Orang dengan golongan darah A dan B lebih rentan terkena diabetes tipe dua.
- Stroke. Golongan darah AB memiliki risiko stroke yang lebih tinggi karena darahnya lebih mudah menggumpal.
Alternatif Sehat untuk Menurunkan Berat Badan
Jika Anda tertarik mencoba metode penurunan berat badan yang lebih efektif tanpa harus menjalani diet ketat, Anda bisa memulai dengan mengatur pola makan seimbang dan rutin berolahraga.
Kebiasaan sehat seperti tidur yang cukup dan menghindari makan berlebihan sebelum jam 9 malam juga dapat membantu Anda mencapai berat badan ideal.



























