Memahami Istilah “Pick Me Girl” dan Dampaknya pada Perempuan
Istilah “pick me girl” sangat dikenal dalam dunia media sosial, terutama di kalangan remaja. Anda menggunakan istilah ini untuk menggambarkan seorang perempuan yang mencari validasi dari laki-laki secara tidak langsung atau bahkan menyiratkan dirinya “tidak seperti perempuan lain”.
Misalnya, ia mungkin menghindari pertemanan dengan sesama perempuan atau meremehkan pandangan tentang makeup dan pakaian feminin agar terlihat lebih menarik.
Namun, penting untuk memahami bahwa Anda melabeli seseorang sebagai “pick me girl” dapat berdampak negatif. Psikolog Regine Galanti menjelaskan bahwa istilah ini seringkali tidak membantu mereka yang menjadi targetnya.
Menurut Galanti, ketika seseorang mencari validasi eksternal dari laki-laki, itu bukanlah situasi ideal. Sebaliknya, istilah ini justru dapat membuat mereka merasa lebih buruk karena Anda menganggapnya hanya ingin mendapatkan perhatian.
Galanti juga menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama masa remaja adalah mencari tahu identitas diri. Proses ini menuntut eksplorasi berbagai kemungkinan dan perubahan diri.
Akan tetapi, jika seseorang terlalu terlihat melakukan hal tersebut, mereka bisa mendapatkan label “pick me girl”.
Dampak Negatif dari Label “Pick Me”
Menurut Galanti, label “pick me” dapat sangat merugikan perempuan. Sebagai contoh, jika seseorang suka olahraga atau nongkrong bersama teman-teman,
Anda bisa menganggapnya sebagai “pick me girl” hanya karena ia tidak sesuai dengan stereotip tertentu. Ini bisa menjadi cara lain bagi perempuan muda untuk saling menjatuhkan.
Meskipun sebagian besar perempuan yang Anda sebut sebagai “pick me girl” tidak bermaksud merendahkan perempuan lain, mereka hanya ingin berbaur dengan kelompok lain.
Namun, Anda sering menganggap label ini sebagai bentuk penghinaan yang harus dihindari.
Cara Menghindari Label “Pick Me”
Untuk menghindari label “pick me”, psikolog klinis Dr. Sabrina Romanoff menyarankan perempuan untuk lebih jujur pada diri sendiri dan berhenti berperilaku hanya demi mendapatkan validasi dari laki-laki.
Anda dapat fokus pada diri sendiri dalam hubungan untuk membantu mengurangi tekanan dan sensasi kuat akibat keinginan untuk dipilih.
Romanoff menyarankan perempuan untuk bertanya pada diri sendiri bagaimana tindakan pasangan memengaruhi perasaannya. Apakah perasaan tersebut sesuatu yang ingin Anda alami dari pasangan?
Dengan lebih percaya diri dan sadar akan nilai yang Anda miliki, perempuan bisa mengurangi ketergantungan pada validasi eksternal.
Menghargai Identitas Diri dan Mencegah Pelabelan Negatif
Dalam proses pencarian identitas diri, perempuan sering kali mencoba berbagai cara untuk menyesuaikan diri. Namun, penting bagi Anda untuk tidak melabeli seseorang secara asal-asalan. Istilah “pick me girl” dapat menjadi alat yang merusak kepercayaan diri dan menciptakan kesalahpahaman.
Dengan lebih memahami dan menghargai perbedaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan saling mendukung.
Bagaimana Anda akan berkontribusi pada lingkungan yang lebih positif ini?
















