Di dunia kecantikan, Anda sering melihat produk-produk yang memiliki aroma atau bentuk mirip makanan. Contohnya, Anda menemukan lip gloss beraroma bubble gum, eyeshadow berbentuk gummy bear, atau blush dengan nama mirip menu minuman di restoran.
Namun, hal ini bukan sekadar lucu-lucuan. Justru, Anda menemukan alasan mendalam di balik strategi pemasaran yang brand kecantikan gunakan.
Apa Itu Sensory Marketing?
Sensory marketing adalah pendekatan pemasaran yang memanfaatkan indra untuk menciptakan hubungan emosional dengan konsumen. Dalam konteks industri kecantikan, strategi ini sering melibatkan aroma menarik, tekstur unik, dan tampilan visual yang menggugah selera.
Dengan merangsang indra penglihatan, penciuman, perasa, sentuhan, dan pendengaran, brand dapat menciptakan kesan yang kuat dan meningkatkan daya ingat terhadap merek. Menurut jurnal Journal of Consumer Psychology, sensory marketing dapat meningkatkan brand recall (daya ingat merek), brand loyalty (kesetiaan pelanggan), hingga niat beli konsumen.
Inilah sebabnya, aroma vanila atau bentuk produk yang mirip makanan bisa menjadi alat promosi yang efektif.
Kolaborasi yang Menggoda Selera
Salah satu contoh kolaborasi sukses dalam penerapan sensory marketing adalah antara Rhode Beauty dengan Krispy Kreme.
Pada tahun 2023, mereka meluncurkan lip treatment dengan aroma dan kemasan yang menyerupai donat klasik. Hasilnya, visibilitas merek Rhode meningkat hingga 700%. Strategi ini berhasil karena mampu menggabungkan emosi dan pengalaman konsumen, sehingga membuat produk lebih menarik dan mudah diingat.
Brand Lokal Juga Ikut Meramaikan Tren
Tidak hanya brand internasional, brand lokal juga mulai memasuki tren ini. Beberapa kolaborasi antara beauty brand dan makanan sudah mereka lakukan. Contohnya, Bon Cabe x Mad 8Hr Power Plush Non-Drying Lip Velvet mengusung pesan bahwa produk ini membuat penampilan terlihat “hot” dengan warna merah menyala.
Anda juga menemukan BLP BEAUTY x TUKU Lip Vinyl yang menggabungkan aroma kopi susu favorit banyak orang dengan shade menarik. Sementara itu, Dear Me Beauty x YUPI Gummy Baby Bears Eyeshadow Palette menawarkan warna yang super cute, bentuk lucu, dan aroma manis seperti permen.
Tren Nama Makanan yang Menarik Perhatian
Selain produk kecantikan, banyak tren lain yang menggunakan nama-nama makanan. Contohnya, Anda melihat Strawberry Girl Makeup, Glazed Doughnut Nails, atau Latte Makeup.
Meskipun tampak baru, tren-tren ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari tren sebelumnya. Namun, penamaan ulang ini membuat tren tersebut lebih relatable dan mudah diingat.
Dalam laporan Mintel Global Beauty and Personal Care Trend 2024, mereka menemukan bahwa Gen Z dan Milenial sangat tertarik pada konten visual yang berkaitan dengan makanan. Hal ini karena mereka merasa bahwa konten tersebut lebih fun dan mudah dipahami.
Dampak Signifikan Sensory Marketing dalam Kecantikan
Tidak hanya sekadar gimmick, penggunaan makanan sebagai bagian dari strategi pemasaran dalam dunia kecantikan ternyata memiliki dampak signifikan. Dengan memanfaatkan indra dan menggabungkan elemen yang familiar, brand dapat menciptakan pengalaman yang unik dan mengesankan bagi konsumen.
Apakah Anda juga tertarik untuk mencoba produk kecantikan yang mengadopsi konsep makanan?
























