Saat ini, HP BlackBerry kembali bangkit di tengah dominasi ponsel layar sentuh dan ledakan notifikasi tanpa henti. Meskipun demikian, ponsel legendaris yang pernah merajai dunia komunikasi bisnis ini kini menemukan napas baru. Bukan dari para profesional, melainkan dari Generasi Z. Bagi mereka, HP BlackBerry bukan sekadar perangkat lama, tetapi ikon retro yang mewakili semangat digital detox dan gaya hidup minimalis.
Tren ini tentu saja muncul bukan tanpa alasan. Pasalnya, di tengah kejenuhan terhadap algoritma dan gawai supercerdas, Gen Z justru mencari hal yang lebih sederhana, lebih jujur, bahkan lebih terasa nyata. Oleh karena itu, HP BlackBerry menjadi pilihan utama dengan keyboard fisik QWERTY, fitur terbatas, dan tampilan yang mengembalikan nuansa tahun 2000-an.
Singkatnya, kombinasi ini terasa asing, namun menenangkan, terutama bagi mereka yang tumbuh besar tanpa pernah benar-benar menyentuh perangkat ini sebelumnya.
Kebangkitan HP BlackBerry di Kalangan Kolektor dan Gen Z

Kini, para kolektor dan Gen Z aktif memburu HP BlackBerry Bold, Curve, dan Classic. Gen Z ingin merasakan sensasi mengetik pada keyboard fisik atau merayakan “masa kecil yang tertunda.” Sebagai hasilnya, platform e-commerce lokal mencatat lonjakan pencarian HP BlackBerry bekas sejak akhir 2024.
Bahkan, beberapa varian seperti Bold 9900 kini harganya di kisaran Rp1,1–1,3 juta, sementara KEY2 Android mampu mencapai Rp2,5 juta per unit layak pakai.
Terbukti, tagar #blackberry di TikTok telah melampaui 125.000 unggahan. Melalui berbagai konten mulai dari video unboxing, kustomisasi casing dengan stiker pastel dan rhinestone, hingga video ASMR ketukan tombol—semuanya jelas memperlihatkan bagaimana BlackBerry kini hidup kembali dalam konteks yang sama sekali baru.
Oleh karena itu, di kafe estetik dan ruang kerja bersama, kita sering melihat seseorang mengetik dengan tenang di atas HP BlackBerry, yang secara efektif menjadi pernyataan gaya dan sikap terhadap kehidupan digital yang lebih sadar.
Keamanan Data BlackBerry, Daya Tarik Utama yang Terus Relevan

Sejak awal, BlackBerry memang menonjol bukan hanya karena tampilannya yang unik, tetapi juga karena sistem keamanan data terenkripsi. Meskipun dulu populer di kalangan profesional berkat fitur email aman dan BBM (BlackBerry Messenger), kini pengguna justru memanfaatkan perangkat ini untuk “disconnect to reconnect.”
Dengan demikian, tanpa aplikasi media sosial bawaan, pengguna dapat tetap terhubung melalui SMS dan email, sekaligus bebas dari godaan endless scrolling.
Tak hanya itu, keyboard fisik BlackBerry menawarkan lebih dari sekadar nostalgia. Faktanya, desain ergonomisnya dan algoritma autocorrect yang tertanam mampu mengurangi kesalahan pengetikan hingga 70%. Oleh karena itu, perangkat ini menjadi favorit bagi mereka yang ingin menulis panjang, merespons email, atau bahkan sekadar mengetik diary digital.
Jelas, pengalaman mengetik yang ‘nyata’ ini memberikan daya tarik tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh layar sentuh modern.
Bangkitnya Kembali HP BlackBerry di Tangan Gen Z
Sebagai permulaan, HP BlackBerry kini bukan lagi simbol kesibukan kantor; sebaliknya, ia merepresentasikan gaya hidup yang lebih pelan dan terfokus. Gen Z secara kreatif memadukannya dengan aksesori modern seperti strap neon, gantungan lucu, dan stiker karakter pop guna menunjukkan ekspresi diri. Oleh karena itu, di tangan mereka, ponsel lawas ini menjadi bagian dari personal branding yang unik, sadar teknologi, namun juga berani tampil beda.
Selanjutnya, gadget ini pun selaras dengan gelombang mindful living yang kian menguat saat ini. Dalam ekosistem digital yang terus-menerus membombardir perhatian, HP BlackBerry menjadi jalan keluar kecil namun bermakna. Dengan demikian, perangkat ini memberi ruang untuk kembali mengatur ritme hidup. Mereka mengutamakan komunikasi esensial, dan menikmati momen tanpa gangguan layar yang tak berujung.
Prospek Pasar dan Kebangkitan Keyboard Fisik
Menariknya, pasar sekunder HP BlackBerry diperkirakan akan tumbuh pesat antara 15% hingga 20% sepanjang tahun 2025. Tren ini didorong oleh dua kekuatan utama: nostalgia kuat dan kebutuhan konsumen akan ponsel dengan karakter unik. Lebih dari sekadar teknologi, ini mencerminkan pilihan gaya hidup yang berbeda.
Oleh karena itu, produsen pun mulai aktif melirik tren ini. Salah satu yang paling Gen Z tunggu adalah Zinwa Q25, ponsel Android bergaya BlackBerry yang rencananya akan meluncur pada Agustus 2025.
Dengan desain yang familiar namun memiliki fitur modern, perangkat ini menjadi sinyal jelas bahwa konsep keyboard fisik belum sepenuhnya punah. Sebaliknya, keyboard fisik justru bangkit kembali sebagai respons langsung terhadap kejenuhan digital yang meluas di kalangan generasi muda saat ini.
Bangkitnya BlackBerry, Lebih dari Sekadar Tren Teknologi
Kebangkitan HP BlackBerry bukan hanya sebuah tren teknologi; tetapi, ia adalah sebuah pernyataan. Secara fundamental, ponsel ini merepresentasikan kesadaran dalam memilih, keinginan untuk mengurangi kebisingan digital, dan perayaan interaksi yang lebih otentik.
Kini, di tangan generasi baru, ponsel ini telah bertransformasi dari sekadar perangkat bisnis menjadi simbol personal. Dengan demikian, ia bergeser dari relik digital menjadi alat untuk menjalani hidup yang lebih lambat, lebih ringan, dan tentunya lebih sadar.
Di tengah era di mana setiap orang menginginkan kecepatan, maka pilihan paling radikal justru adalah kembali melambat. Oleh karena itu, HP BlackBerry, di antara dominasi layar sentuh penuh warna, kembali menonjolkan ketukan tombol fisik yang terbukti relevan lagi.






























