Istilah gangguan kecemasan berpisah atau separation anxiety sering kita dengar dalam konteks emosi manusia. Ini adalah kondisi di mana seseorang merasakan kecemasan berlebihan ketika terpisah dari orang terpentingnya. Namun, apakah Anda tahu bahwa perilaku hewan peliharaan kesayangan Anda juga bisa mengalami hal serupa?
Sebagai pemilik hewan, Anda pasti sudah sangat akrab dengan tingkah laku mereka. Karena hewan memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, mereka mampu memahami emosi dan, oleh karena itu, dapat menunjukkan perilaku yang mirip dengan manusia, termasuk merasakan kecemasan saat berjauhan. Karena hewan tidak bisa berbicara, Anda sebagai pemilik wajib lebih peka terhadap perubahan perilaku mereka.
Jika Anda mencurigai adanya gangguan kecemasan berpisah, kenali tanda-tandanya agar Anda bisa segera memberikan perawatan yang tepat.
Tanda-Tanda Kunci Separation Anxiety pada Perilaku Hewan Peliharaan
Beberapa perilaku hewan dapat menjadi indikasi kuat bahwa mereka sedang mengalami gangguan kecemasan berpisah. Perubahan perilaku ini sering terjadi saat Anda bersiap pergi atau segera setelah Anda meninggalkan rumah.
1. Ingin Selalu Dekat (Clingy)
Hewan peliharaan yang biasanya mandiri tiba-tiba menunjukkan perilaku sangat melekat pada Anda. Misalnya, kucing yang tidak terlalu suka bermanja bisa tiba-tiba ingin selalu berada di dekat Anda. Perilaku ini dapat menjadi tanda awal kecemasan berpisah.
2. Bersuara Berlebihan
Jika hewan peliharaan Anda mulai bersuara terus-menerus, seperti mengeong, melolong, atau menggonggong tanpa henti, ini dapat menandakan kecemasan. Suara yang tidak wajar menunjukkan bahwa mereka merasa gelisah dan tidak nyaman.
3. Merusak Perabotan Secara Drastis
Meskipun beberapa hewan memang suka merusak, peningkatan perilaku destruktif secara drastis bisa menjadi tanda kecemasan. Contohnya, anjing mengunyah furnitur dengan intensitas tinggi atau kucing mencakar sofa berlebihan saat Anda tidak ada.
Perubahan Fisik dan Kebiasaan Akibat Kecemasan
Selain perubahan perilaku, kecemasan berpisah juga memengaruhi respons fisik dan kebiasaan sehari-hari hewan peliharaan Anda.
4. Pola Napas Tidak Teratur
Perubahan pada pola napas, seperti pernapasan yang cepat, peningkatan denyut jantung, atau gemetar, menunjukkan bahwa hewan peliharaan Anda sedang cemas. Tubuh mereka merespons stres atau kecemasan dengan cara ini.
5. Kehilangan Nafsu Makan
Hewan yang tiba-tiba tidak mau makan menunjukkan ada masalah, baik fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, kehilangan nafsu makan dapat menjadi salah satu sinyal kuat bahwa ada sesuatu yang salah.
6. Perilaku Buang Air yang Tidak Biasa
Jika hewan peliharaan buang air di tempat yang tidak semestinya, seperti di luar kotak pasir atau di dalam rumah, ini bisa menjadi tanda kecemasan. Hewan yang biasanya terlatih tiba-tiba tidak menjaga kebersihan sebagai respons stres.
7. Menjadi Pasif
Hewan yang biasanya sangat aktif bisa tiba-tiba menjadi malas dan tidak mau bergerak. Perubahan drastis ini mengindikasikan bahwa mereka sedang merasa tidak nyaman atau sangat cemas.
Langkah Selanjutnya, Kapan Harus ke Dokter Hewan?
Dengan mengenali tanda-tanda tersebut, Anda bisa lebih waspada terhadap kondisi hewan peliharaan Anda. Namun demikian, jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa hewan Anda mengalami gangguan kecemasan berpisah. Perubahan perilaku ini mungkin saja disebabkan oleh faktor lain, seperti sakit, kebosanan, atau lingkungan baru.
Maka dari itu, jika Anda melihat tanda-tanda ini, segera konsultasikan dengan dokter hewan. Dokter hewan akan memberikan diagnosis yang akurat dan merekomendasikan penanganan serta terapi yang tepat. Dengan perawatan yang benar, hewan peliharaan kesayangan Anda bisa kembali merasa nyaman dan tenang.



























