Pekanbaru, ibukota Riau yang dinamis, menyimpan harta karun berupa destinasi wisata sejarah yang wajib Anda jelajahi. Salah satunya adalah Masjid Raya Pekanbaru. Tempat-tempat bersejarah ini tak hanya menjadi saksi bisu peristiwa lampau, tetapi juga menawarkan nilai historis tinggi serta kisah menarik yang mendalam.
Oleh karena itu, melalui kunjungan ke situs-situs ikonik ini, wisatawan dapat memperkaya wawasan tentang kekayaan budaya dan sejarah Pekanbaru.
6 Destinasi Wisata Sejarah di Pekanbaru yang Wajib Dikunjungi
Berikut enam objek wisata sejarah utama Pekanbaru yang siap menyambut Anda.
1. Museum Daerah Sang Nila Utama, Jendela Koleksi Riau
Museum Daerah Sang Nila Utama terletak strategis di Jalan Jenderal Sudirman. Direktur Jenderal Kebudayaan meresmikan museum ini pada 9 Juli 1994. Salah satu dasar berdirinya museum adalah kebutuhan untuk melestarikan benda-benda budaya dan sumber daya alam Riau.
Saat ini, museum menyimpan lebih dari 1500 koleksi yang terklasifikasi menjadi sepuluh jenis, seperti Geologika, Etnografika, dan Historika. Sebagai contoh, salah satu koleksi utamanya adalah batu siput seberat 1 ton yang ditemukan di Koto Kampar.
Selain itu, museum memamerkan miniatur rumah melayu, Candi Muara Takus, Istana Siak, dan bahkan koleksi pertambangan minyak bumi Chevron, mengingat Riau merupakan salah satu provinsi penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia.
2. Masjid Raya Pekanbaru, Saksi Bisu Kejayaan Senapelan
Masjid Raya Pekanbaru atau Masjid Raya Senapelan merupakan salah satu masjid tertua di Kota Pekanbaru. Masyarakat membangun masjid ini pada tahun 1762, yang awalnya hanya berukuran kecil dan terbuat dari kayu. Namun, setelah dilakukan revitalisasi besar-besaran, bangunan masjid menjadi lebih besar dan megah.
Kini, masjid memiliki ukuran 60 x 80 meter dengan dominasi warna kuning khas Melayu dan kubah besar. Menariknya, masjid ini mempertahankan enam menara yang merupakan tiang asli dari bangunan lama, sehingga sejarahnya tetap terjaga.
3. Rumah Singgah Tuan Kadi, Jejak Sultan Siak di Senapelan
Rumah Singgah Tuan Kadi terletak di Jalan Perdagangan, Kelurahan Kampung Bandar, Senapelan. Balai Pelestarian Cagar Budaya menetapkan situs ini sebagai cagar budaya. H Nurdin Putih membangun rumah ini sekitar tahun 1895, dan berfungsi sebagai rumah singgah bagi Sultan Siak Sri Indrapura saat mengunjungi Senapelan.
Hingga kini, bangunan ini masih menggunakan bahan kayu dengan dekorasi warna krem, kuning keemasan, dan biru. Di dalamnya, pengunjung menemukan foto-foto Pekanbaru tempo dulu dan sosok Sultan Syarif Kasim II.
4. Prasasti Pengibaran Merah Putih, Mengenang Momen Kemerdekaan
Sebongkah batu di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani, menjadi penanda lokasi pengibaran sang merah putih untuk pertama kalinya di Kota Pekanbaru.
Angkatan muda PTT Pekanbaru melakukan pengibaran bendera ini pada 15 September 1945, di atas atap Kantor Pos, Telegraf dan Telepon (PTT) Pekanbaru. Dengan demikian, proses pengibaran bendera ini terjadi hampir satu bulan setelah Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan.
5. Tugu Titik Nol Kilometer, Penanda Geografis dan Sejarah Belanda
Tugu Titik Nol Kilometer Pekanbaru ditandai oleh tugu yang berada di kawasan Pelindo I dekat Pasar Bawah, di tepi Sungai Siak. Kolonial Belanda membuat tugu ini sekitar 100 tahun yang lalu, lantas menjadi saksi sejarah penjajahan Belanda di Pekanbaru.
Selain itu, tugu ini berfungsi sebagai titik pemandu penentuan jarak antara Pekanbaru dengan kota lain seperti Padang dan Bangkinang.
6. Monumen Kereta Api, Simbol Korbah Romusha Jepang
Monumen Kereta Api terletak di komplek Taman Makam Pahlawan Kerja. Lokomotif pada monumen ini menjadi saksi bisu kekejaman penjajahan Jepang. Sebuah relief memperlihatkan para pekerja romusha yang dipaksa bekerja di jalur rel kereta.
Gubernur Riau tahun 1978, R Soebrantas, membangun monumen ini sebagai bentuk penghormatan kepada korban pembangunan rel kereta api. Saat ini, ada 22 makam yang terdapat di komplek monumen cagar budaya tersebut.
Pekanbaru menawarkan pengalaman wisata yang kaya akan sejarah dan budaya Melayu, terutama dengan kehadiran Masjid Raya Pekanbaru yang megah. Dari museum yang menyimpan ribuan koleksi hingga monumen yang mengenang perjuangan pahit, setiap lokasi memberikan pelajaran berharga.
Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan emas untuk menjelajahi destinasi-destinasi bersejarah yang ikonik ini saat Anda berkunjung ke Pekanbaru!






























