Semua makhluk hidup membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup, tetapi cara mereka mendapatkannya berbeda-beda. Manusia bernapas melalui paru-paru, ikan menggunakan insang, dan katak bahkan bisa bernapas melalui kulit. Namun, bagaimana dengan penyu? Kabar unik menyebutkan bahwa beberapa jenis penyu bernapas melalui “pantatnya.” Artikel ini akan mengupas tuntas fakta di balik mekanisme pernapasan unik penyu.
Pernapasan Unik Penyu, Memanfaatkan Kloaka di Bawah Air
Fakta yang mengejutkan adalah benar, beberapa jenis penyu memang memiliki kemampuan untuk mengambil oksigen melalui kloaka, rongga di bagian bawah tubuhnya.
Meskipun penyu tidak memiliki “pantat” seperti manusia, kloaka berfungsi sebagai saluran tunggal untuk buang air, reproduksi, dan, dalam kasus tertentu, pernapasan. Namun, penyu hanya mengaktifkan mekanisme ini saat berada di bawah air. Penyu menjalankan proses yang kita sebut respirasi kloakal, sebuah mekanisme tambahan yang membantu mereka tetap menyelam lebih lama tanpa perlu sering naik ke permukaan.
Cara Kerja Respirasi Kloakal pada Penyu
Lantas, bagaimana proses pernapasan kloaka ini berlangsung? Penyu tidak menggunakan kloaka sebagai pengganti paru-paru, tetapi organ ini masih menyalurkan oksigen yang diperlukan. Dengan mengontraksikan otot-otot kloaka, penyu dapat menyerap air dan mengangkutnya ke organ yang disebut bursae.
Bursae ini kemudian berperan mirip paru-paru karena bertugas menyaring oksigen dan mengirimkannya langsung ke aliran darah. Tentu saja, proses ini kurang efisien dibandingkan pernapasan konvensional, tetapi sangat efektif saat penyu harus menyelam lama atau berhibernasi di air dingin.
Alasan Penyu Mengandalkan Respirasi Kloakal
Alasan utama penyu menggunakan respirasi kloakal adalah untuk memperpanjang waktu menyelam tanpa harus naik ke permukaan. Hal ini sangat krusial karena saat berada di permukaan, penyu menjadi sangat rentan terhadap predator, seperti bangau, buaya, atau hiu.
Meskipun mekanisme ini bukan pengganti pernapasan normal (penyu tetap harus naik ke permukaan untuk menghirup udara), respirasi kloakal memungkinkan mereka bertahan lebih lama di bawah air. Fungsi ini sangat berguna selama musim dingin, ketika suhu air turun dan penyu cenderung berhibernasi.
Spesies Penyu Ahli dalam Respirasi Kloakal
Beberapa spesies penyu telah berevolusi menjadi sangat efisien dalam menggunakan respirasi kloakal. Mereka benar-benar mengoptimalkan mekanisme unik ini.
- Australian White-Throated Snapping Turtle: Spesies yang hanya ditemukan di Australia ini mampu mendapatkan hingga 80 persen oksigennya hanya melalui respirasi kloakal.
- Fitzroy River Turtle: Penyu air tawar ini bisa menyerap 70 persen oksigennya melalui kloaka, sehingga mereka sering bertahan di bawah air selama beberapa hari penuh.
Tiga Cara Utama Penyu Bernapas
Secara umum, penyu memiliki tiga cara utama untuk bernapas dan mendapatkan oksigen yang mereka butuhkan:
- Paru-Paru (Utama): Semua penyu memiliki paru-paru dan lebih memilih menggunakan organ ini untuk bernapas. Oleh karena itu, saat berada di darat, mereka hanya bisa mengandalkan paru-paru.
- Pernapasan Mulut dan Tenggorokan: Penyu mampu memompa air ke dalam mulut dan tenggorokannya untuk menyerap oksigen. Meskipun kurang efisien, metode ini membantu mereka bertahan dalam situasi darurat.
- Pernapasan Kloaka (Tambahan): Banyak penyu dapat bernapas melalui kloaka, khususnya ketika mereka menyelam atau berhibernasi di air dingin.
Pada akhirnya, dunia hewan selalu menyimpan misteri yang menarik. Penyu membuktikan bahwa pernapasan tidak melulu harus melalui hidung atau mulut. Kemampuan unik mereka untuk melakukan respirasi kloakal adalah adaptasi biologis yang brilian, memungkinkan mereka bertahan lebih lama di bawah air untuk menghindari predator dan menjalani hibernasi musim dingin.
Pemahaman ini memperjelas bahwa beberapa jenis penyu memang bisa “bernapas melalui pantatnya,” meskipun itu hanyalah mekanisme tambahan yang menakjubkan.






























