aliefsyahru Pecinta fotografi & G Shock. Juga sebagai freelancer pemburu dolar.

Batik Sains, Batik Modern dengan Motif Ilmu Pengetahuan (Science)

5 min read

Register Now!


Batik Sains – Apa jadinya jika motif batik yang kebanyakan kita ketahui berasal dari tempat dimana batik itu dilahirkan (misalnya Batik Pekalongan, Batik Mega Mendung, Batik Cirebon, Batik Kawung dan lainnya) dikawinkan dengan motif sains? Pastinya menjadi motif modern yang sangat kreatif dan menarik.
 

Melestarikan Batik

Perpaduan unsur sains dapat melahirkan corak yang menarik dan unik dari yang selama ini kita lihat. Apalagi dalam industri batik saat ini, kreatifitas dari batik sains dapat menarik perhatian kaum milenial yang kebanyakan menganggap bahwa batik memiliki corak atau motif yang kuno.

Di sisi lain, sebagai generasi penerus bangsa, kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, yang salah satunya adalah batik. Hal ini wajib kita lakukan agar kebudayaan karya seni batik tidak punah tergerus jaman meskipun pada era globalisasi saat ini.


Tepatnya di SMPN 3 Babelan Kabupaten Bekasi. Guru-guru IPA disana mengenalkan tentang karya seni batik yang digabungkan dengan motif sains atau batik sains dengan memberikan tugas menggambar batik bebas kepada siswa-siswinya bertemakan sains dari Biologi, Fisika, Matematika atau Kimia seperti yang akan kita lihat dibawah ini.

Namun, sebelum kita melihat dan menyimak karya dari siswa-siswi SMPN 3 Babelan ini, kita simak dahulu pengertian tentang batik sains berikut.
 


Apa itu Batik?

Menurut Wikipedia, Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.

Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.

Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan sudah menjadi bagian budaya Indonesia sejak lama. Pada jaman dahulu batik hanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan saja, namun kini seiring perkembangan jaman, batik di Indonesia ikut berkembang menjadi karya seni yang hampir selalu ada di seluruh wilayah Indonesia.
 

Pengertian Sains

Sedangkan pengertian Sains, berasal dari bahasa latin ”scientia ” yang berarti pengetahuan. berdasarkan Webster New Collegiate Dictionary definisi dari sains adalah “pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian” atau “pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum–hukum alam yang terjadi misalnya didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah.

Sains seringkali disebut dengan sains murni, untuk membedakannya dengan sains terapan, yang merupakan aplikasi sains yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia, ilmu sains biasanya diklasifikasikan menjadi dua yaitu :

  1. Natural sains atau Ilmu pengetahuan Alam
  2. Sosial sains atau ilmu pengetahuan sosial

Berikut ini adalah contoh dari begitu banyak pembagian bidang–bidang sains, khususnya natural sains atau IPA.

  1. Biologi (Biology) : Anatomi,biofisika,genetika, Ekologi, Fisiologi, taksonomi, virulogi, zoologi, dll.
  2. Kimia (Chemistry) : Kimia Analitik, Elektrokimia, Kimia organik, kimia anorganik, ilmu material, kimia polimer, thermokimia.
  3. Fisika (Physics) : Astronomi, fisika nuklir, kinetika, dinamika, fisika material, optik, mekanika quantum, thermodinamika.
  4. Ilmu Bumi (Earth Science) : Ilmi lingkungan, geodesi, geologi, hydrologi, meteorologi, paleontologi, oceanograf. (sumber)
Baca juga :  Praktikum Biologi tentang Pembelahan Meiosis

 

Inspirasi Karya Batik Sains Pilihan

Dibawah ini adalah karya seni batik sains pilihan dari siswa-siswi SMPN 3 Babelan Kabupaten Bekasi serta penjelasannya, mungkin dapat menjadi contoh untuk Anda yang berminat dalam ikut melestarikan karya seni batik dengan cara yang kreatif.

 

Adrian S – Nepenthes

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Adrian S dengan motif bertemakan “Nepenthes”.

Genus Nepenthes (Kantong semar, bahasa Inggris: Tropical pitcher plant), yang termasuk dalam familia monotipik, terdiri dari 130 spesies dan belum termasuk hibrida alami maupun buatan.

Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia, Republik Rakyat Tiongkok bagian selatan, Indochina, Malaysia, Filipina, Madagaskar bagian barat, Seychelles, Kaledonia Baru, India, Sri Lanka, dan Australia. Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatra. (Wikipedia)

 

Anandika Setia – Laboratorium

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Anandika Setia dengan motif bertemakan “Laboratorium”.

 

Aurillia Tsabita – Sudut

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Aurillia Tsabita dengan motif bertemakan “Sudut”.

 

Ekayuni Putri D – Pesawat Sederhana

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Ekayuni Putri D dengan motif bertemakan “Pesawat Sederhana”.

Pesawat sederhana adalah alat mekanik yang dapat mengubah arah atau besaran dari suatu gaya. Secara umum, alat-alat ini bisa disebut sebagai mekanisme paling sederhana yang memanfaatkan keuntungan mekanik untuk menggandakan gaya.

Sebuah pesawat sederhana menggunakan satu gaya kerja untuk bekerja melawan satu gaya beban. Dengan mengabaikan gaya gesek yang timbul, maka kerja yang dilakukan oleh beban besarnya akan sama dengan kerja yang dilakukan pada beban. (Wikipedia)

 

Irene Cahyaning Tyas – DNA Modifikasi

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Irene Cahyaning Tyas dengan motif bertemakan “DNA Modifikasi”.

Rekayasa genetika, juga disebut modifikasi genetika, adalah manipulasi langsung gen suatu organisme menggunakan bioteknologi. Hal ini merupakan satu set teknologi yang digunakan untuk mengubah susunan genetik dari sel, termasuk transfer gen-gen yang berada dan melintasi batas-batas spesies untuk menghasilkan organisme yang meningkat.

DNA baru diperoleh dengan mengisolasi dan menyalin materi genetik dari induk menggunakan metode DNA rekombinan atau sintesa DNA buatan. Sebuah vektor biasanya diciptakan dan digunakan untuk menyisipkan DNA ini ke organisme inang.

Molekul DNA rekombinan pertama dibuat oleh Paul Berg pada tahun 1972 dengan menggabungkan DNA virus monyet SV40 dengan virus lambda.

Selain memasukkan gen, proses ini dapat digunakan untuk menghapus gen. DNA baru dapat dimasukkan secara acak, atau ditargetkan ke bagian tertentu dari genom. (Wikipedia)


 

M Rizal Abidina – Labu Erlenmeyer

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari M Rizal Abidina dengan motif bertemakan “Labu Erlenmeyer”.

Sebuah labu Erlenmeyer, juga dikenal sebagai labu berbentuk kerucut, adalah jenis labu laboratorium yang banyak digunakan. Memiliki tubuh berbentuk kerucut, leher silinder dan dilengkapi dengan dasar yang datar. Alat ini dinamai menurut nama kimiawan asal Jerman Emil Erlenmeyer, yang menciptakannya pada tahun 1860. (Wikipedia)

 

Muthiah Nafiatin – Bakteri Modifikasi

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Muthiah Nafiatin dengan motif bertemakan “Bakteri Modifikasi”.

Sistem modifikasi restriksi (bahasa Inggris: restriction modification system, disingkat RM system) dapat ditemui pada bakteri dan organisme-organisme prokariota lainnya, dan sistem ini berfungsi sebagai pertahanan dari DNA asing (contohnya adalah bakteriofag).

Bakteri memiliki enzim restriksi (juga disebut endonuklease restriksi) yang memotong DNA beruntai ganda di titik tertentu menjadi potongan-potongan yang akan semakin terdegradasi oleh endonuklease-endonuklease lainnya.

Dengan ini infeksi dapat dicegah, karena DNA asing yang dibawa oleh agen infeksi (seperti bakteriofag) dapat dihancurkan. Sekitar seperempat bakteri memiliki sistem modifikasi restriksi dan sekitar setengah memiliki lebih dari satu jenis sistem semacam itu. (Wikipedia)

 

Nazwa Azahra – Sel Saraf

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Nazwa Azahra dengan motif bertemakan “Sel Saraf”.

Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri atas serabut saraf yang tersusun atas sel-sel saraf yang saling terhubung dan esensial untuk persepsi sensoris indrawi, aktivitas motorik volunter dan involunter organ atau jaringan tubuh, dan homeostasis berbagai proses fisiologis tubuh.

Baca juga :  Proses Pembelahan Sel Mitosis Kelompok 5 kelas 9.8

Sistem saraf merupakan jaringan paling rumit dan paling penting karena terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling terhubung dan vital untuk perkembangan bahasa, pikiran dan ingatan. Satuan kerja utama dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel glia. (Wikipedia)

 

Nila Dzihni D – Batik IPA

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Nila Dzihni D dengan motif bertemakan “Batik IPA”.

 

Agita Pita Langit – Alat Praktikum

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Agita Pita Langit dengan motif bertemakan “Alat Praktikum”.

 

Ririn Zaliyanti – Batik Kimia

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Ririn Zaliyanti dengan motif bertemakan “Batik Kimia”.

 

Agistna Aulia

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Agistna Aulia.

 

Anisa Amalia F

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Anisa Amalia F.

 

Damar Risnato

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Damar Risnato.

 

Hidayatusyifa Aulia – Fase Bulan

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Hidayatusyifa Aulia dengan motif bertemakan “Fase Bulan”.

Fase bulan adalah bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi. Fase bulan itu tergantung pada kedudukan bulan terhadap matahari jika dilihat dari bumi. Fase bulan disebut juga aspek bulan. Aspek bulan yang mudah dilihat adalah sebagai berikut:

Konjungsi
Kedudukan bulan searah dengan matahari. Pada saat itu bagian bulan yang menghadap ke bumi gelap atau tidak tampak. Pada aspek ini dapat terjadi gerhana matahari, karena cahaya matahari yang menuju bumi terhalang bulan. Hingga kita tidak akan melihat bulan bercahaya.

Oposisi
Kedudukan bulan berlawanan arah dengan matahari, dapat dilihat dari bumi. Pada saat itu bulan tampak sebagai bulan purnama. Pada kedudukan ini bulan terbit pada saat matahari terbenam dan terbenam pada saat matahari terbit.

Kuarter
Pada saat kedudukan bulan tegak lurus terhadap garis penghubung bumi – matahari. Pada aspek kuarter, bulan memperlihatkan fase perbani (setengah bulan yang terang). Dalam sebulan terjadi dua kali kuarter yaitu kuarter pertama ketika bulan tampak bertambah besar dan kuarter kedua ketika bulan tampak kecil. (Wikipedia)

 

Naila Putri R – Batik Biologi

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Naila Putri R dengan motif bertemakan “Batik Biologi”.

 

Sabrina A – Batik Kimia

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Sabrina A dengan motif bertemakan “Batik Kimia”.

 

Tiflan Arviansyah

https://tempatbagi.com/batik-sains/
Karya dari Tiflan Arviansyah.

Demikian artikel tentang batik sains dan penjelasannya ini, semoga bermanfaat bagi Anda untuk dijadikan inspirasi.

Jika Anda pelaku industri batik yang ingin menggunakan motif batik sains karya dari siswa-siswi diatas, mohon jangan segan-segan untuk menyertakan sumber atau menghubungi siswa-siswi tersebut sebagai wujud penghargaan atas karya-karya mereka.


Register Now! Font Banner - Free Fonts  

aliefsyahru Pecinta fotografi & G Shock. Juga sebagai freelancer pemburu dolar.

One Reply to “Batik Sains, Batik Modern dengan Motif Ilmu…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *