aliefsyahru Pecinta fotografi & G Shock. Juga sebagai freelancer pemburu dolar.

Foto Monokrom, Keseimbangan dari Teknik Pencahayaan

2 min read

Register Now!

Foto Monokrom – Terkadang, foto berwarna bisa menghilangkan nilai esensi dari sebuah foto. Malahan justru jika kita memotret dalam format hitam putih atau monokrom, membuat momen di dalam foto terasa ingin mengulangnya kembali.

Hal itu akan didapat jika kita menggunakan teknik yang benar. Foto monokrom bisa jadi memiliki tekstur dan nilai esensi yang lebih klasik, tajam dan tentunya menarik.

Foto monokrom ini dapat memiliki makna yang mendalam. Teknik pencahayaan yang tepat pada monokrom memberikan cerita tersendiri dan mungkin memberikan makna dramatis yang berbeda bagi setiap orang yang melihatnya.

Untuk menciptakan foto hitam putih atau monokrom, Anda harus dapat menyeimbangkan elemen yang diantaranya adalah tekstur, kontras nada, bentuk dan teknik pencahayaan.

Agar foto monokrom ini bisa menghasilkan unsur dramatis dari sebuah foto, diperlukan cara khusus dalam memotretnya. Berikut ini adalah cara yang dapat diikuti untuk menghasilkan foto monokrom yang dramatis.
 

Memotret dalam mode RAW

https://tempatbagi.com/2019/08/12/foto-monokrom/
Mode RAW dapat menjaga informasi warna dari sebuah foto secara utuh dibanding JPEG. (foto: pribadi)

Cara terbaik yang dapat dilakukan oleh fotografer untuk mendapatkan gambar yang berkualitas tinggi, adalah dengan memotret dengan hasil data RAW.

Memotret dalam mode format RAW dapat memiliki dan menjaga informasi warna dari sebuah foto secara utuh. Sedangkan informasi-informasi warna ini akan dikompres jika memotret dalam mode JPEG.

Memiliki banyak piksel akan memberikan Anda fleksibilitas dan kemudahan saat proses edit hasil fotonya. Untuk alternatif, Anda dapat mengaktikan mode keduanya, RAW+JPEG, jika Anda ingin juga memiliki mode JPEG-nya.
 

Perhatikan kekontrasan warna

https://tempatbagi.com/2019/08/12/foto-monokrom/
Kuncinya adalah kekontrasan warna. (foto: pribadi)

Kekuatan utama dari sebuah foto monokrom adalah kekontrasan warna yang dihasilkan saat dibuat hanya dalam dua varian warna saja  yaitu hitam dan putih.

Oleh karena itu, Anda perlu melatih diri untuk membayangkan tingkat kekontrasan warna sebuah objek foto sebelum benar-benar mengarahkan kamera untuk membidiknya.

Sulit memang membayangkan kekontrasan sebuah objek berwarna jika diubah menjadi hitam-putih atau sephia.

Salah satu trik yang perlu dilakukan adalah dengan memperhatikan lebih dalam lagi warna highlights (mendekati putih) dan juga lowlights (mendekati hitam), garis serta bentuk untuk mendapatkan potensi dari sebuah objek yang akan dipotret.
 

Cari dan ciptakan Dynamic Range yang lebih luas

https://tempatbagi.com/2019/08/12/foto-monokrom/
Dynamic range yang lebih luas dapat menambah kedalaman foto monokrom. (foto: pribadi)

Foto monokrom sebenarnya tidak mutlak hitam dan putih, tapi juga soal warna yang beririsan dengan keduanya sebagai sebuah transisi warna.

Memiliki warna tengah atau dynamic range yang lebih luas dapat menambah kedalaman dan dimensi dari sebuah foto hitam-putih.

Anda dapat menambahkan dimensi ini dengan mencari sumber pencahayaan, misalnya flash external, untuk menciptakan highlights dan bayangan dari bagian-bagian utama yang terdapat dalam komposisi utama foto.
 

Perhatikan garis, bentuk, tekstur juga pola

https://tempatbagi.com/2019/08/12/foto-monokrom/
Manfaatkan pola garis dan bentuk untuk memikat perhatian penikmat foto. (foto: unsplash.com)

Objek-objek terbaik dari sebuah foto monokrom adalah mereka yang memiliki garis, bentuk, tekstur dan pola yang kontras dan menarik. Hal ini dikarenakan unsur-unsur inilah yang paling akan terlihat saat warna-warna di dalamnya dihilangkan dan dibentuk warna monokrom.

Manfaatkan pola garis dan bentuk untuk memikat perhatian penikmat foto dan arahkan mata mereka untuk mengikuti garis yang ada. Pola juga merupakan subjek yang bagus untuk menahan penikmat fotografi karena mereka akan menghabiskan cukup banyak waktu untuk mengobservasi pola yang terdapat di dalam foto Anda.

Read more :  Teknik Fotografi Dasar yang Wajib Diketahui Fotografer (part 2 to 3)

Sementara highlights dan bayangan yang terdapat dalam objek bertekstur akan terlihat menarik saat dilihat dari sudut asal sumber cahaya. Hal ini akan memperlihatkan detail halus yang menjadikannya objek yang lebih menarik untuk sebuah foto monokrom.
 

Posisi objek foto yang pas

https://tempatbagi.com/2019/08/12/foto-monokrom/
Gunakan teori rule of third dalam membidik objek. (foto: unsplash.com)

Anda tidak harus menempatkan beberapa objek foto dalam satu frame untuk sebuah foto monokrom. Anda dapat menggunakan teori rule of third untuk membantu menempatkan satu atau dua objek foto dalam satu frame.

Untuk menerapkan teknik komposisi yang banyak digunakan ini, Anda cukup visualisasikan sebuah frame yang dibagi oleh dua garis vertikal dan dua garis horizontal secara seimbang (atau cukup aktifkan mode grid pada kamera).

Lalu posisikan objek Anda di antara persimpangan garis untuk menciptakan keseimbangan komposisi yang baik dan meningkatkan kualitas gambar secara keseluruhan.

Dengan segala kekurangannya dalam soal warna, foto monokrom memiliki keunggulannya tersendiri dalam sisi emosi dan unsur dramatis yang dimiliki dari sebuah foto.

Eksplorasi teknik menjadi hal yang mutlak diperlukan untuk menghasilkan foto monokrom yang lebih baik lagi.

Sumber

Register Now! Font Banner - Free Fonts  

aliefsyahru Pecinta fotografi & G Shock. Juga sebagai freelancer pemburu dolar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *